Ibu Ini Hampir Meninggal Karena Sering Pakai Cotton Bud

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 17 Agustus 2019

Indolinear.com, Australia – Siapa yang tahu ternyata cotton bud yang sering dipakai untuk membersihkan telinga hampir merenggut nyawa orang.

Dilansir dari Tribunnews.com (16/08/2019), Jasmine Small, 38, kini menderita gangguan pendengaran setelah merasakan sakit, kotoran telinga bau menyengat dan berwarna coklat di telinga kirinya.

Ibu itu mengatakan dia hampir mati karena infeksi otak setelah menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinganya.

Ia bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk perawatan setelah tidak dapat mendengar dari telinga kirinya.

Ia mengklaim bahwa dia pada awalnya tidak digubris oleh dokter rumah sekitar setempat.

Selain itu dia juga merasakan rasa sakit ketika membersihkan telinganya dan sering mencium bau menyengat dan warna kecoklatan dari kotoran telinganya.

Dan tidak jarang kupingnya terlihat berdarah.

Ibu empat anak, dari New South Wales, Australia ini sebelumnya juga sudah diberi antibiotik oleh dokter tetapi mengatakan obat itu tidak membantu sama sekali.

Akhirnya pada tahun 2017 lalu, ia dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan, yang melakukan CT scan terhadap kupingnya itu.

Penemuan Infeksi di Dalam Telinga

Dia menemukan sebuah infeksi jauh di dalam telinganya – sangat dekat dengan otaknya – yang disebabkan oleh seutas kapas cotton bud yang terlepas dari kuncupnya.

Ms Small mengatakan bahwa: “Dia [dokter] berkata ‘apa yang telah Anda masukkan ke telinga Anda?’ Saya berkata ‘cotton buds’.”

“Dia (dokter) berkata, ‘seberapa jauh kamu memasukkan cotton bud itu?’.”

“dokter melanjutkan ‘jika kamu menunda hal ini (operasi) lebih lama lagi kamu mungkin bisa saja mati’.”

Dia diberitahu bahwa dirinya harus segera menjalani operasi untuk menyembuhkan infeksi pada telinganya, memaksanya untuk membatalkan rencana bulan madu bersama sang suami.

Kerusakan Permanen Pada Pendengaran

Operasi itu berjalan sukses tetapi sayangnya pendengarannya rusak secara permanen.

Dia telah diberi pilihan untuk menjalani operasi lebih lanjut untuk mencoba dan mengembalikannya, atau memasang alat bantu pendengaran.

Ms Small berkata: “Untuk memiliki alat bantu dengar pada usia 38, saya rasa itu tidak benar.”

Dokter tersebut percaya kapas tersebut sudah berada di sana selama lima tahun.

Tapi Ms. Small mengatakan sementara dia mengalami beberapa sakit telinga, tidak sampai pada tahun 2016 pendengarannya mulai memudar.

Kasus Serupa

Kasus serupa pernah dilaporkan pada awal bulan Agustus ini, setelah seorang pria di Coventry, Inggris dibiarkan berjuang mendapati infeksi otak yang mematikan karena menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinganya.

Dokter percaya bahwa sebagian kapas masuk ke telinga pria berusia 31 tahun itu lima tahun lalu sebelum ia pingsan dan menderita sakit parah pada telinganya.

Petugas medis menemukan dia menderita infeksi bakteri, yang dimulai di telinganya sebelum menyebar ke tulang di pangkal tengkoraknya, sebelum menginfeksi lapisan otaknya. (Uli)