Huawei Akan Menjadi Smartphone Android Selanjutnya Tanpa Charger Di Kotak

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 26 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Apple nampaknya telah berhasil memulai tren baru di industri smartphone. Pasalnya di 2021 akan jadi tren di mana smartphone dalam kotak tidak akan memberi charger.

Samsung dilaporkan akan mengawali deretan smartphone Android yang melakukan hal tersebut di seri Galaxy S21. Yang berikutnya, tak lain dan tak bukan adalah Huawei.

Huawei telah melakukan survei kepada konsumen soal apakah perlu menyertakan charger dan kabelnya dalam kotak untuk produk gadget Huawei. Pihaknya juga memberi pertanyaan soal kisaran harga yang dapat diterima konsumen tanpa charger dan kabel, serta pertanyaan soal keputusan pembelian jika tak ada lagi charger.

Survei ini nampaknya akan jadi acuan keputusan Huawei untuk menyematkan charger atau tidak di smartphone berikutnya. Pasalnya, Apple juga melakukan survei serupa sebelum memutuskan tidak memberi charger dalam kotak Apple Watch dan iPhone.

Apple sendiri mengklaim bahwa ini adalah lkangkah yang ramah lingkungan, namun tak bisa dimungkiri bahwa hal ini memangkas banyak biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Jika Samsung dan akhirnya Huawei juga melakukan, hal ini akan jadi lazim di industri smartphone dan tren ini akan segera diikuti vendor lain.

Apple Untung Besar

Keputusan Apple untuk tidak lagi menyertakan adaptor atau kepala charger serta earbuds di dalam kotak iPhone 12, ternyata membuat Apple untung besar. Meski sebenarnya klaim ini adalah untuk penyelamatan lingkungan, menurut pakar, langkah ini lebih banyak menghemat uang Apple ketimbang menyelamatkan lingkungan.

Pernyataan awal muncul dari Angelo Zino yang merupakan analis industri senior di firma CFRA, yang dikutip dari Merdeka.com (25/12/2020). Ia menyebut bahwa meski ini adalah sebuah langkah ramah lingkungan yang wajib dilakukan perusahaan besar seperti Apple, pada dasarnya ini adalah tindakan penghematan budget. Hal ini dikarenakan iPhone mengalami transisi ke 5G yang komponennya lebih kompleks dan mahal.

Zino menyebut, komponen frekuensi radio iPhone 12 sudah menelan 30 hingga 35 persen biaya lebih mahal dari sebelumnya. Sehingga, membuang charger dan earbuds tentu tidak semata-mata soal lingkungan, meski soal lingkungan tetap punya andil besar dan membuang sedikit komponen hanya menaikkan sekitar 1 persen laba kotor.

Berdasarkan pernyataan dari Gene Munster yang merupakan mitra pengelola di firma Loup ventures, tidak disertakannya charger dan earphone mungkin punya dampak lingkungan besar, namun jika pengguna memutuskan untuk membeli baru dua aksesoris tersebut, Apple akan untung besar dan soal lingkungan kembali dipertanyakan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 saja, terdapat 217 juta unit AirPods terjual bersama iPhone, padalah dalam kotak sudah ada erbuds. Hal ini menambah keuntungan Apple hingga 700 juta Dollar (laba kotor) di tahun tersebut.

Bayangkan hal ini terjadi tanpa ada earphone di kotak. Mungkin penjualan justru naik, Apple untung besar. Hal ini terjadi sembari makin banyak potensi sampah di masa depan dan juga pengapalan produk yang hasilkan emisi.

Meski demikian, intensi Apple untuk peduli soal lingkungan layak diacungi jempol. Mungkin kritik yang bisa dilontarkan adalah edukasi lebih ke pengguna soal lingkungna.

Hal ini dikarenakan langkah Apple tidak menyertakan charger sangat mudah diartikan oleh pengguna sebagai arahan untuk beli secara terpisah. Jadi, alih-alih membeli charger dan earphone baru, Apple harusnya mendorong pemanfaatan perangkat yang sudah dimiliki, atau membeli charger ‘preloved’ milik kolega atau kerabat. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: