Hore Petani Bogor Sekarang Bisa Asuransikan Padi

Selasa, 27 Oktober 2015
Bogor | Uploader Arif
loading...

CIBINONG – Untuk mengurangi risiko gagal panen yang dialami petani, musim tanam (MT) kali ini, pemerintah akan bekerja
sama dengan PT Jasindo guna memberikan asuransi untuk padi.

Kasi Pelayanan Usaha pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor, Chrisnayana mengatakan, asuransi usaha tanaman padi tersebut akan mulai disosialisasikan pekan ini.

“Senin (hari ini) rencananya kami akan kumpulkan kelompok tani dan pihak asuransi untuk memaparkan program ini,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Asuransi, kata dia, berlaku per musim tanam. Mekanismenya, untuk lahan satu hektare, akan dapat penggantian kurang lebih Rp6 juta. Itu jika lahan mengalami gagal panen karena terjadi kerusakan akibat bencana alam, kekeringan, kebanjiran, dan serangan hama penyakit mulai dari sepuluh hari pasca-tanam hingga menjelang masa panen.

“Apabila setelah sepuluh hari terserang penyakit 75 persen dari luas areal, langsung dapat penggantian,” jelasnya.

Untuk menjadi peserta asuransi ini, para petani harus membayar premi sebesar Rp180 ribu untuk satu hektare lahan. Namun, tidak perlu khawatir, petani hanya membayar 20 persen dari jumlah itu, atau hanya Rp36 ribu. Sisanya, Rp144 ribu atau 80 persen, akan disubsidi pemerintah.

“Pembayarannya juga mudah, langsung ke rekening Jasindo,” tukasnya.

Chris menambahkan, untuk menjadi peserta asuransi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pertama soal ketersediaan sumber air untuk mengairi pesawahan. Untuk lahan tadah hujan, hanya bisa ikut asuransi pada MT musim hujan.

“Masalah lainnya, ada sebagian petani kita di desa-desa yang menyoal hukum asuransi bertentangan dengan hukum agama,” pungkasnya.

(radarbogor/ful/c)

Sumber : Pojoksatu.id

loading...