Honda Sonic Siap Ramaikan Pasar Motor Bebek Sport 150 cc

Kamis, 16 Juli 2015

JAKARTA – Suzuki Satria FU sebenarnya melenggang sendiri di segmen pasar sepeda motor bebek sport 150 cc. Namun dalam penjualan, Satria FU disandingkan dengan Honda Verza, meski keduanya berbeda kategori.

“Sebab selama ini Satria FU tidak ada lawannya, jadi masih dimasukkan ke sport yang low, tergabung dengan Verza. Sebenarnya kategorinya berbeda, cuma kan enggak lucu kalauenggak ada lawannya,” ujar Edi Setiawan, chief marketing officer Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku main dealer sepeda motor Honda Jakarta dan Tangerang.

Setelah kehadiran motor bebek sport 150 cc Honda, belum diketahui apakah Verza tetap dimasukkan ke kelas ini atau tidak. Namun hal yang jelas, kehadiran produk baru Sonic bisa menjadi andalan untuk menaikkan market share di segmen low-end sport.

“Jadi, masih perlu dilihat nanti apakah segmentasinya akan berkembang lagi atau tetap dimasukkan ke sport low-end,” ungkap Edi.

Sementara itu, meski Astra Honda Motor (AHM) sudah menampilkan video teaser dan dipastikan produk bebek sport tersebut akan hadir Agustus, Edi menyatakan belum mendapat kabar mengenai kapan dikirim ke diler, terutama di wilayah Jakarta dan Tangerang.

“Produk baru itu kan diluncurkan melalui berbagai tahap. Ada pre-delivery inspection. Kalau itu enggak lulus, ya batal,” ungkapnya.

Sebelum itu, lanjut dia, produk baru juga harus melalui tahapan yakni pre-productionpertama, kedua, dan ketiga.

“Diproduksi, terus dilihat apakah ada yang tidak sesuai standar atau tidak. Kalau enggak, lanjut ke pre-production kedua. Nah, di sini barang sudah jadi. Bentuknya jelas dan sudah bisa dikendarai, Cuma biasanya setelah itu dihancurkan, baik lulus atau tidak, karena unit tersebut bukan untuk mass production,” terangnya.

Setelah lulus pre-production ketiga, kata Edi, motor tersebut masuk ke tahapan produksi massal.

“Setelah keluar dari assembly line dicek lagi. Kalau enggak lulus, bisa mundur semua. Apa yang sudah diproduksi bisa balik lagi ke dalam. Semua orang penginnya cepat, tapi sebenarnya memproduksi motor enggak semudah itu,” pungkas dia.

Sumber : Okezone.com