Honda Merecall Model Superbike CBR1000RR-R Fireblade SP Lansiran 2021

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 24 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Setelah beberapa waktu lalu pabrikan motor Yamaha melakukan penarikan kembali atau recall untuk superbike R1 dan R1M, kini giliran Honda yang harus menarik model superbike mereka dari pasaran.

Hal ini mencuat setelah 8 April 2021 lalu, dilaporkan ada cacat produksi pada salah satu bagian belakang motor tersebut. Mengutip dari Liputan6.com (22/04/2021), diinformasikan bahwa bagian pelat penghubung bantalan belakang mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan dapat membuat pengendara terjatuh dan diberlakukan recall.

Masih dalam informasi tersebut, disebutkan ada sekitar 89 unit Honda CBR1000RR-R Fireblade SP yang ditarik dari konsumen. Meski disebutkan bahwa hanya sebagian kecil, yakni 1 persen dari produk yang sudah dijual, namun sebagai tanggung jawab kepada konsumen, masalah tersebut harus diselesaikan dengan baik.

Adapun model-model yang terindikasi mengalami cacat produksi adalah motor dengan nomor VIN mulai dari JH2SC821 MK000004 sampai JH2C821 MK000092, sesuai dengan momor registrasi yang didapatkan dari Honda Amerika.

Akibat permasalahn tersebut, perusahaan sudah mengeluarkan maklumat agar melakukan pemghentian penjualan terlebih dahulu untuk model tersebut sampai semua superbike tersebut diperiksa dengan menyeluruh.

Kejadian Pertama di Perancis 2010 Lalu

Apabila ditemukan ada masalah atau pemasangan yang tidak sesuai pada bagian pelat penghubung belakang, maka perusahaan akan melakukan penggantian secara cuma-cuma sebagai tanggung jawab kepada konsumen.

Honda mencatat bahwa kronologinya disebabkan adanya kesalahan dalam pemasangan suku cadang dari pabrik. Salah satu contohnya adalah masalah yang terjadi pertama kali di Perancis pada Juni 2020.

Surat pemanggilan terkait pengecekan komponen tersebut akan dikirimkan mulai 7 Juni 2021. Nantinya, konsumen diharapkan bisa membawa superbike mereka ke diler terdekat untuk diperiksa tanpa dikenakan biaya apapun.

Namun jika konsumeb sudah melakukan perbaikan terkait masalah tersebut, maka perusahaan akan menbalikkan uang yang sudah dipakai untuk melakukan servis. (Uli)