Honda City Hybrid Menuju Negeri Jiran, Berikut Bocoran Spesifikasinya

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 3 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Malaysia menjadi negara pertama yang kedatangan Honda City hybrid. Rencananya, peluncuran berlangsung pada kuartal keempat tahun ini.

Punya rupa layaknya generasi terakhir City, unit dibenamkan enjin hybrid yang punya tatanan sama dengan Jazz hybrid terbaru.

Jantung mekanis berteknologi Intelligent Multi-Mode Drive (i-MMD). Unit pembakaran bensin mengusung kubikasi 1,5 liter, mampu menyemburkan daya puncak 98 PS dan torsi 127 Nm.

Sementara motor elektrik ada dua yang punya fungsi berbeda. Pertama bertindak sebagai integrated starter-generator (ISG), untuk kebutuhan start/stop.

Dinamo kedua menyuplai daya dorong langsung ke roda depan, ber-output 109 PS dan momen puntir tertinggi 253 Nm lewat girboks single fixed-gear ratio.

Melihat konfigurasi itu, Honda menerapkan hybrid terfokus pada motor elektrik. Artinya, punca listrik menjadi penggerak roda saat kecepatan rendah. Cocok untuk penggunaan dalam kota.

Sedangkan dapur pacu konvensional menyuntik ekstra tenaga saat mobil melesat di kecepatan tinggi. Momen paling efisiensi baginya.

Walau begitu, disediakan pula mode berkendara. Terdiri dari EV yang membiarkan motor elektrik bekerja full. Lalu opsi yang mengandalkan mesin bensin beroperasi sendiri. Serta mode hybrid, kombinasi kedua sumber energi.

Belum ada informasi lengkap soal performanya. Berkaca pada Honda Jazz hybrid, kemampuan akselerasi dari nol ke 100 kpj membutuhkan 9,2 detik.

Efisiensi konsumsi bahan bakar 22,22 km per liter berdasarkan pengujian WLTP. Mengingat City lebih besar dan berat, kemungkinan spesifikasinya mirip-mirip, dilansir dari Liputan6.com (01/09/2020).

Fitur-Fitur

Di Malaysia, Honda City hybrid dikenalkan dalam trim tertinggi RS. Punya tampilan sangat sporty. Kemungkinan fitur juga lengkap, sama layaknya terpasang di versi peminum bensin.

Interior berbalut aksen premium, berimbuh sunroof. Perangkat auto AC dan panel instrumen semi digital pun kemungkinan terpatri.

Fitur keselamatan diperkirakan menganut Honda Sensing. Kumpulan komponen keselamatan dan pembantu pengemudian.

Terdiri dari Collision Mitigation Braking System (CMBS) yang memperingatkan pengemudi ketika terdeteksi potensi benturan di depan. Sistem juga mengintervensi dengan mengencangkan sabuk pengaman dan rem secara bertahap.

Kemudian Adaptive Cruise Control (ACC), bekerja memanfaatkan millimeter wave radar di muka. Mampu membaca jarak kendaraan lain, dan secara otomatis mengontrol kecepatan.

Pengemudi tak perlu menginjak pedal gas, mobil tetap melaju. Cocok untuk penggunaan di jalur bebas hambatan.

Ada pula Lane Keeping Assist System (LKAS) yang aktif pada kecepatan tertentu. Memanfaatkan monocular camera yang membaca marka jalan. Mobil dijaga tetap pada jalurnya.

Fitur Lainnya

Saat terbaca kendaraan keluar arah, LKAS mengeluarkan peringatan suara dan menambah torsi kemudi untuk mengembalikan haluan.

Bermanuver di persimpangan juga makin aman, berkat Lane Watch. Mengandalkan kamera di spion sebelah kiri. Menampilan daerah blind spot lewat i-Multi Information Display ketika mau berbelok.

Terakhir Multi-Angle Rearview Camera yang memudahkan proses parkir. Lantaran situasi sekitar mobil diproyeksikan di head unit, lengkap dengan dynamic guideline.

Unit anyar Honda tampaknya bakal diluncurkan pula di India, tapi pada tahun depan. Terkait harga, masih ditutup rapat pabrikan otomotif asal Jepang.

Bila melihat banderolnya di India, sedan Honda City model mesin standar dilego sekitar 1,445 juta Rupee atau Rp 287 jutaan. Varian hybrid sewajarnya dipatok lebih mahal, mengingat teknologi yang dibenamkan pabrikan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: