Hippindo Siap Menjajaki Investasi Di Luar Negeri Dan Promosikan Investasi Ke Ratusan Investor

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 20 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah menyatakan, pihaknya menyatakan siap mengembangkan sayap yakni membuka mall di negara lain.

Pihaknya membuka peluang kerjasama ataupun harus menyewa mall yang ada di sana.

“Jadi kami siap datang, menawarkan produk-produk Indonesia yang berkualitas dan menghadirkan restoran yang berisi masakan Indonesia,” kata Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo saat pembukaan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020 di Jakarta, dilansir dari Tribunnews.com (19/02/2020).

“Tolong informasikan shopping mall di negara-negara lain, karena ini temanya trade, tourism dan investment ya kami siap bekerjasama dengan semua negara,” tambahnya.

Bahkan,  pihaknya berencana menawarkan barang barang makanan indonesia didiskon saat 17 Agustus.

Dirinya mengatakan 500 brand asal Indonesia mampu bersaing dan bertarung dengan peritel luar negeri bahkan di negara mereka sendiri.

Sejak tahun lalu, Hippindo secara khusus diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk mampu melakukan ekspansi dan penetrasi di negara lain.

Selain untuk mengangkat brand lokal juga sebagai benchmarking bahwa produk asal Indonesia khususnya ritel juga memiliki daya saing yang sangat kompetitif di tingkat global.

TTI menjadi forum ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja investasi dan perdagangan serta sebagai peluang untuk ekspansi ke luar negeri.

Acara ini resmi dibuka oleh Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, serta dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua Hippindo Budiharjo Iduansjah, dan CEO Krista Exhibitions Daud Dharma Salim.

Dalam sambutannya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berharap para pelaku ritel tanah air dalam memanfaatkan forum TTI sebagai peluang untuk ekspansi karena dihadiri oleh 300 peserta yang berasal dari duta besar, atase perdagangan dari 70 negara.

Ia berharap peran ritel lebih signifikan untuk bisa menopang pertumbuhan ekonomi domestik ke depan.

Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh diatas 5 persen dengan 56 persen berasal dari konsumsi rumah tangga dan sektor perdagangan menyumbang lebih dari 13 persen.

“Untuk meningkatkan kinerja investasi dan perdagangan, forum ini kan berkaitan dengan perdangan ritel, high trade, kuliner resto dan komoditas,” ujarnya

Lanjutnya,  TTI Business Forum ini merupakan kedua kalinya digelar di Jakarta yang bertujuan untuk meningkatkan investasi domestik sekaligus mendorong produk unggulan asal Indonesia bisa ekspansi ke luar negeri.

Forum ini memberikan kesadaran dan pemahaman tentang potensi perdagangan dan investasi Indonesia, kebijakan pemerintah, insentif investasi dan fasilitas lainnya.

Daud Dharma Salim, CEO Krista Exhibitions menyampaikan untuk mendatangkan investasi pihaknya juga menggelar pameran-pameran internasional dan bisnis forum di Indonesia.

Harapannya dengan banyak menggelar pameran tersebut bisa meningkatkan devisa dan juga investasi yang masuk ke dalam negeri.

“Setiap tahun kami datangkan 250 ribu orang dari 75 negara untuk bisa mengikuti pameran di Indonesia,” katanya. (Uli)

INDOLINEAR.TV