Hindari Klaster Pernikahan, Pemkot Bekasi Melarang Prasmanan Di Hajatan

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Jumat, 25 September 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Tidak ingin adanya klaster pernikahan seperti yang terjadi di DKI Jakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuat surat edaran. Isinya repsesi tetap diperbolehkan, tetapi tak dibolehkan makan prasmanan saat hajatan digelar.

“Sudah dibuatkan surat edaran, kalau saat ini gedung pertemuan tidak boleh makan begini (prasmanan), harus menggunakan boks,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada wartawan, dilansir dari Okezone.com (24/09/2020).

Kalau bisa, kata pria yang disapa Pepen ini menginginkan, setiap warga yang hendak menggelar repsesi pernikahan, menerapkan model drive thru.

“Tapi jangan lupa amplop dimasukin ke kotak saja, (orang hajatan) kan yang penting amplopnya,” ujar politikus Golkar ini dengan canda.

Pepen pun mencontohkan dirinya, yang baru saja menghadiri repsesi pernikahan, semua tamu undangan menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, tetapi mereka masih berkerumun. “(Jadi) harusnya memang drive thru,” ujar dia.

Diketahui, berdasarkan data klaster penyebaran Covid-19 hingga 18 September 2020 di situs corona.jakarta tercatat sebanyak 20 orang dinyatakan positif Covid-19 yang berasal dari klaster pernikahan di dua lokasi di Jakarta Timur, yaitu di Kelurahan Kebon Pala dan RW 12 Kelurahan Penggilingan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: