Heboh, Sumur Warga Gowa Keluarkan Air Berwarna Putih  Susu

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 1 Juli 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Gowa – Kehebohan terjadi di Songkolo, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Sumur bor milik salah seorang warga mengeluarkan air berwarna putih susu.

Sejak kemunculannya sekitar dua bulan lalu, air seputih susu yang ditampung di sebuah kolam ukuran 3×5 meter itu ramai dikunjungi warga.

Anak-anak menjadikannya kolam tempat bermain. Selebihnya, ada yang mengambil air itu simpan untuk di wadah dibawa pulang karena diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Camat Bontomarannu, Muhammad Sabir Bangsawan menjelaskan, ‘air susu’ itu berasal dari sumur bor Lis Nurismi, Sekretaris Camat di kebun halaman rumahnya yang bersebelahan dengan rumah tetangga.

Rencananya di lahan itu akan ditanami bunga-bunga untuk persiapan event Beautiful Malino 2020 pada Juni-Juli.

” Saat tukang kerjakan sumur itu di kedalaman 80 meter, keluarlah air tapi tidak lazim. Airnya putih seperti susu. Putihnya bukan karena buih atau busa. Memang putih warnanya. Tidak ada rasa dan tidak bau, layaknya air biasa. Hanya beda di warna saja,” tutur Sabir, dilansir dari Dream.co.id (29/06/2020).

Ditarik Tiket

Lis Nurismi lalu membuat penampungan dari tembok kira-kira berukuran 3×5 meter. Air dari sumur bor itu kemudian dialirkan ke bak penampungan yang kini sudah mirip kolam susu.

” Setiap pagi, mungkin sekitar ratusan orang datang ke bak penampungan itu. Ada yang mandi-mandi utamanya anak-anak. Ada juga warga yang bawa pulang untuk dikonsumsi,” kata Sabir.

Sabir mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengeluarkan larangan agar warga tidak masuk ke lokasi itu.

” Hanya saja kedatangan warga tidak bisa dikendalikan. Meski dilarang, mereka tetap berduyun-duyun,” kata dia.

” Tapi satu atau dua hari ini, tempat itu benar-benar tidak dibuka untuk umum sampai keluar hasil penelitian dari pihak PT Sucofindo. Jangan sampai nanti ada dampak dari air itu,” ucap dia.

Yaya, salah seorang warga mengatakan, untuk masuk ke lokasi kolam susu tidak gratis. Warga ditarik tiket Rp2 ribu.

” Kalau mau masuk bayar Rp2 ribu. Saya tidak tahu itu siapa yang kelola, uangnya masuk ke mana. Kemungkinan oleh yang punya lahan sumur bor atau kolam susu itu,” ujar dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: