Heboh Ditemukannya Tulang Manusia Di Mars, Cek Faktanya

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 11 September 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Baru-baru ini banyak orang berusaha mencari sensasi untuk mendulang popularitas atau mendongkrak pendapatan di tengah pandemi Covid-19 yang menghancurkan banyak sektor di bidang ekonomi.

Salah satunya adalah munculnya berita di tabloid-tabloid yang menyebut bahwa NASA telah menemukan bukti adanya kehidupan di Planet Mars.

Adanya kehidupan di Mars itu dibuktikan dengan ditemukannya sepotong tulang paha di reruntuhan yang diyakini adalah sisa peradaban planet tersebut.

Padahal, foto yang dipakai dalam berita itu merupakan foto NASA tahun 2014 dan objek tersebut hanyalah batu Planet Mars biasa. NASA bahkan telah membantahnya enam tahun lalu, dilamsir dari Dream.co.id (10/09/2020).

Fosil Tulang Paha di Planet Mars

Foto tersebut diambil oleh NASA menggunakan MastCam yang ada di Curiosity Rover pada tanggal 14 Agustus 2014.

Namun para pengusung teori konsipirasi malah menggunakannya sebagai bukti bahwa Planet Mars pernah didiami makhluk hidup.

Badan antariksa milik AS itu terpaksa membuat pernyataan untuk meluruskan kabar yang dibuat para pengusung teori konsipirasi.

” Direkam oleh Curiosity Rover menggunakan MastCam, batu Mars ini mungkin terlihat seperti tulang paha. Tapi anggota tim kami memperkirakan bentuknya yang unik kemungkinan akibat dipahat oleh erosi, baik oleh angin atau air,” kata juru bicara NASA.

” Jika kehidupan pernah ada di Mars, para ilmuwan berharap itu bentuk kehidupan kecil yang sederhana yang disebut mikroba. Mars kemungkinan tidak pernah memiliki oksigen yang cukup di atmosfernya untuk mendukung organisme yang lebih kompleks. Jadi, itu tidak mungkin sebuah fosil,” tambahnya.

Apa Itu Pareidolia?

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kita sering melihat sebuah benda memiliki pola yang tidak asing, seperti wajah orang atau tulisan yang kita kenal? Misalnya, kita melihat bayangan yang membentuk wajah orang atau awan yang menyerupai tulisan Allah.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, fenomena ini disebut dengan pareidolia. Fenomena ini terjadi ketika beberapa bagian otak memroses informasi visual dan langsung menuju ke kesimpulan sebelum sisa bagian otak lainnya selesai melakukannya.

Di sini, di Bumi, kebanyakan orang mengalami pareidolia karena beberapa alasan. Seperti mungkin karena kita tidak bisa pergi ke tempat itu dan menyentuh benda yang dimaksud. Karena itu pareidolia di Mars menjadi lahan subur bagi para pengusung teori konsipirasi.

Berita Hoax tentang Objek di Planet Mars

Banyak sekali pareidolia di Mars yang sebenarnya hanya sebuah khayalan dari para pengusung teori konsipirasi.

Yang paling terkenal mungkin foto sebuah daerah di Mars yang disebut Cydonia. Foto yang diambil pada tahun 1976 memperlihatkan patung wajah berukuran besar.

Namun setelah diteliti kembali, objek dalam foto beresolusi tinggi itu ternyata hanya sebuah formasi batu di Planet Mars.

Tahun lalu, seorang ilmuwan mengklaim telah mengidentifikasi fosil serangga di Mars. Lainnya mengaku telah menemukan jamur.

Tapi foto-foto ini ini sama sekali tidak menunjukkan bukti apa pun selain batuan yang sudah lapuk di Planet Mars.

Fokus pada Kehidupan Mikroba di Mars

Kita telah mengirim misi ke Mars sejak 1960-an. Termasuk empat wahana rover (penemu) dan lima wahana lander (pendarat). Semuanya sukses menjalankan misinya.

Para ilmuwan ingin menemukan tanda-tanda kehidupan di Planet Merah yang berdebu itu. Tujuannya untuk mempelajari seperti apa kehidupan di luar bumi, tapi juga untuk membuktikan bahwa Bumi tidak unik di alam semesta ini.

Upaya kita saat ini difokuskan pada mikroba. Seperti yang sudah dikatakan NASA, lingkungan Mars mungkin tidak kondusif, dan mungkin tidak pernah cocok bagi kehidupan yang lebih kompleks. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: