Hasilkan Karya Lewat Microsoft Excel, Lukisan Kakek Ini Banjir Pujian

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 4 Mei 2020

Indolinear.com, Jepang – Terkadang, untuk menjadi seorang pelukis, tak selalu mengandalkan kuas sebagai alat untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Sekarang ini banyak pelukis memutar akal mereka untuk menggambar dengan banyak cara yang terbilang tidak biasa.

Salah satunya yang unik yakni Tatsuo Horiuchi dari Nagano, Jepang. Pensiunan berusia 77 tahun tersebut memutuskan menikmati masa tuanya dengan melukis. Namun karena ia tak punya banyak uang, pria tua itu memilih menggunakan komputernya secara maksiamal untuk menggambar.

Bukan aplikasi paint dalam komputer yang ia pilih untuk menggambar, melainkan Microsoft Excel. Program tersebut mungkin sudah terdengar biasa dugunakan untuk menginput dan menghitung data, grafik serta angka.

Namun bagi Horiuchi, Microsof Excel merupakan kanvas tempatnya melukis dan hasilnya benar-benar menakjubkan dan di luar perkiraan.

Ketika pensiun Horiuchi yakin bisa menghabiskan waktunya untuk melukis. Hanya saja ia tak mau menghabiskan banyak uang untuk mempersiapkan cat dan alat lukis lainnya yang terbilang mahal untuk menggambar lukisan tradisional.

“Ketika aku memulai hal ini aku berpikir menantang diriku untuk membuat sesuatu yang eksperimental. Bagaimana aku menggambar melalui komputerku?” kata Horiuchi, melansir dari Liputan6.com (02/05/2020).

Akhirnya pria itu benar-benar memutuskan menggambar melalui komputernya sejak tahun 2000. Sebenarnya saat itu sudah mulai terdapat program untuk menggambar yang bisa diinstal di komputernya. Hanya saja, saat itu ia telah bertekad untuk tidak mengeluarkan uang dalam proyeknya.

Kebetulan program yang ada dalam komputernya pada saat itu hanya Excel. Di dalam program Excel, Horiuchi menggunakan fitur line tool dan bucket tool untuk melukis.

Fitur line tool untuk menggambar garis, ia gunakan untuk menciptakan bentuk dasar seperti gunung dan pepohonan. Sedangkan, bucket tool ia gunakan untuk memberikan warna dalam gambarnya.

Diklaim Sebagai Michelangelo Microsoft Excel.

Tentunya kemampuan untuk menggambar dengan baik di Excel tidak langsung didapat begitu saja. Ia perlu menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dan bereksperimen untuk sukses menggambar.

Apalagi tak pernah ada yang bereskperimen menggambar dalam aplikasi program Excel sebelumnya. Untuk itu, Horiuchi merasa serius menekuninya meskipun sejumlah orang di sekitarnya meragukan usahanya.

“Ada banyak orang yang mengejekku, katanya ‘mengapa kamu berusaha kepada sesuatu yang tidak berguna, apakah kamu bodoh?’ lalu aku menjawab ya aku bodoh,” sahut Horiuchi.

Meskipun orang-orang mengejeknya, pria itu malahan berhasil membuat karya yang memukau banyak orang.

Horiuchi sebelumnya membuat target agar semua jerih payahnya dapat berhasil. Menurutnya 10 tahun ke depan sejak tahun 2000, ia akan menunjukkan kepada orang-orang bahwa ia akan membuat sesuatu yang layak dari karyanya.

Dan targetnya benar berhasil tercapai. Bahkan jika melihat karyanya banyak orang akan terpukau dan tak pernah menyangka bahwa lukisannya dibuat dalam program aplikasi data kalkulasi.

Bisa dibilang karya Hirouchi sendiri sangat inovatif. Ia layak dijuluki sebagai seorang seniman karena ia berusaha menabrak batasnya dan menekuni suatu hal yang belum bisa dilakukan oleh banyak orang lainnya. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Michelangelo of Microsoft Excel.

Walaupun ia sudah mulai merasa mudah dan nyaman melukis melalui Excel, Houruchi sendiri menganggap bahwa menjual lukisan bukanlah perkara yang mudah. Namun, pria tua itu mengapresiasi setiap orang yang akan membeli lukisannya.

Setelah banyak media melaporkan karya seni Horiuchi, namanya semakin terkenal dan banyak orang telah berusaha untuk membeli lukisannya.

Pada tahun 2006, Horiuchi pernah memenangkan Excel Autoshape Art Contest. Dari situ namanya mulai mendapatkan pengakuan dari dunia seni. Karya-karyanya juga dipamerkan oleh Museum Seni Gunma. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya