Harus Ada SDM Handal Mengelola ‘Big Data’ DPR

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Jumat, 16 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menyusul sistem Big Data yang sedang dibangun DPR RI, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal untuk mengelolanya. Semua data dan informasi yang masuk harus terlebih dahulu dianalisa. Dengan begitu, data yang tersaji merupakan data akurat.

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan hal tersebut saat menjadi Keynote Speaker pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) yang dimoderatori Kepala Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI Indra Pahlevi, dilansir dari Dpr.go.id (15/07/2021). FGD tersebut bertajuk “Pembangunan Sistem Big Data Sekretariat Jenderal DPR RI” yang digelar virtual.

Ditegaskan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, data dan komunikasi begitu penting sebagai pendukung kegiatan parlemen modern. “Kalau DPR ingin sukses, maka supporting system dari Setjen dan Badan Keahlian ini harus berjalan. Komunikasi dan data sangat penting dalam mendukung kegiatan DPR RI,” ucap Dimyati.

Dalam sistem parlemen modern, setidaknya ada tiga prinsip yang harus dijaga, yaitu membuka seluruh informasi kepada publik, menggunakan teknologi informasi, menjalankan fungsi referensi empat prinsip DPR RI. Keempatnya adalah modern, terbuka, aspiratif, dan berintegritas.

“Saya mendukung Kesetjenan terus menganggarkan dan memprogramkan bagaimana menggunakan big data yang bagus. Komponen utama dalam e-parlemen adalah manusia sebagai pengguna dan penerima manfaat, yaitu anggota DPR, staf, dan masyarakat. Data yang disimpan harus dianalisa dan harus ada SDM yang menangani itu. Ini sangat penting,” imbuhnya.

Untuk mendukung kinerja DPR, lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini, Setjen DPR harus memiliki SDM yang kuat dalam penguasaan teknologi. Organisasi di Setjen DPR juga harus solid. Organisasi yang solid penting di bawah komando Setjen DPR. “Big data harus besar kapasitasnya yang mudah dipakai dan tersosialisasi dengan baik. Dan salah satu ciri parlemen modern, adalah menggunakan konsep big data,” urai Dimyati. (Uli)