Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Apa Bahaya Bekerja bagi Perkembangan Anak Usia Dini?

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 12 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau The World Day Against Child Labor diperingati setiap 12 Juni.

Tema Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2022 adalah menyerukan peningkatan investasi dalam sistem dan skema perlindungan sosial terhadap anak-anak dari pekerja anak.

Anak-anak di seluruh dunia secara rutin terlibat dalam bentuk pekerjaan berbayar dan tidak berbayar.

Menurut PBB, anak-anak diklasifikasikan sebagai pekerja anak jika mereka terlalu muda untuk bekerja, atau terlibat dalam aktivitas berbahaya yang dapat membahayakan perkembangan fisik, mental, sosial atau pendidikan mereka.

Di negara-negara kurang berkembang, satu dari empat anak (usia 5 sampai 17) terlibat dalam pekerjaan yang dianggap merugikan kesehatan dan perkembangan mereka.

Afrika menempati peringkat tertinggi di antara kawasan baik dalam persentase anak dalam pekerja anak, yaitu mencapai 72 juta.

Asia dan Pasifik menempati urutan kedua tertinggi dalam kedua ukuran ini, yaitu 62 juta.

Tingkat ekonomi yang rendah dapat menjadikan anak sebagai korban dari kegiatan mempekerjakan anak-anak.

Terlepas dari angka pekerja anak-anak di negara berkembang yang sangat tinggi, kasus ini juga menimpa banyak anak di negara maju.

Berikut ini pentingnya kesadaran akan maraknya pekerja anak-anak, dilansir dari Tribunnews.com (11/06/2022).

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak diadakan setiap tahun pada tanggal 12 Juni, dikutip dari Compassion.

Ini adalah hari internasional untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan cepat untuk menghentikan pekerja anak dalam segala bentuknya.

Organisasi Perburuhan Internasional (The International Labour Organization/ILO) meluncurkan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada tahun 2002.

Sejak itu, hari tersebut memusatkan perhatian pada prevalensi pekerja anak di seluruh dunia dan tindakan serta upaya penting untuk menghilangkannya.

Apa Itu Organisasi Perburuhan Internasional?

Organisasi Perburuhan Internasional dibuat pada tahun 1919 sebagai bagian dari Perjanjian Versailles, yang mengakhiri Perang Dunia I.

Organisasi ini didirikan dengan keyakinan perdamaian yang langgeng hanya mungkin terjadi jika didasarkan pada keadilan sosial.

ILO membantu mengamankan perdamaian permanen bagi dunia dengan bekerja untuk memperbaiki kondisi perburuhan yang tidak adil, termasuk melindungi anak-anak dan remaja dari eksploitasi ekonomi.

Apa Itu Pekerja Anak?

Organisasi Perburuhan Internasional mendefinisikan pekerja anak sebagai “pekerjaan yang membuat anak-anak kehilangan masa kanak-kanak, potensi dan martabat mereka, dan itu berbahaya bagi perkembangan fisik dan mental.”

Tidak semua pekerjaan yang dilakukan oleh anak adalah pekerja anak.

Anak-anak seharusnya terlibat dalam kegiatan yang berkontribusi pada perkembangan positif anak dan memberikan keterampilan serta pengalaman bagi mereka untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Sehingga, anak-anak belum waktunya untuk menjadi pekerja di usia dini.

Menurut ILO, pekerja anak mengacu pada pekerjaan yang  secara mental, fisik, sosial atau moral berbahaya dan berbahaya bagi anak-anak.

Anak yang dipaksa bekerja akan mengganggu sekolah mereka dengan merampas kesempatan mereka untuk bersekolah dan mengharuskan mereka untuk mencoba menggabungkan kehadiran di sekolah dengan pekerjaan yang terlalu panjang dan berat.

Organisasi internasional ini juga menjelaskan, dalam bentuk yang paling ekstrem, pekerja anak melibatkan anak-anak yang diperbudak, dipisahkan dari keluarga mereka, terpapar bahaya dan penyakit serius dan/atau dibiarkan berjuang sendiri di jalanan kota-kota besar, yang seringkali terjadi pada usia yang sangat dini.

Apa yang Dapat Dilakukan pada Anak-anak yang Sangat Rentan?

Saat ini banyak organisasi sosial yang bergerak untuk mengatasi masalah anak-anak pekerja agar mendapatkan hak mereka sebagai anak.

Biasanya, mereka memberikan keselamatan, keamanan dan stabilitas kehidupan anak-anak dan mengurangi keterpaparan mereka terhadap keadaan yang secara tradisional terkait dengan risiko pekerja anak.

Organisasi sosial penentang pekerja anak dapat melakukan hal sebagai beriku:

– Intervensi untuk menemukan anak hilang;

– Mengasuh anak-anak yang hidup dalam situasi kekerasan;

– Konseling untuk anak yang mengalami trauma;

– Perawatan medis dan dukungan berkelanjutan untuk korban pelecehan;

– Intervensi untuk remaja yang berjuang dengan alkohol, aktivitas seksual, atau pembolosan;

– Konseling untuk memberdayakan orang tua untuk melindungi dan menafkahi anak-anak mereka;

– Pelatihan kerja dan peluang penghasilan bagi orang tua agar anak tetap bersekolah. (Uli)

loading...