Hampir Semua Rumah Di Kampung Ini Punya Pohon Durian

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 23 Februari 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di Kabupaten Majalengka, terdapat sebuah kampung yang unik. Kampung itu bernama Sinapeul. Hampir semua rumah di kampung itu memiliki pohon durian.

Salah satu warga yang memiliki pohon durian itu adalah Titin Susilawati. Menurutnya, selain di kampung itu, peredaran durian khas Sinapeul hanya ada di wilayah Pantura Jawa Barat.

“Hanya dijual di wilayah terdekat saja seperti Cirebon dan Majalengka. Di pinggir jalan maupun di rumah. Produksi durian di tempat kami tidak begitu banyak, jadi susah kalau ada permintaan dikirim ke luar kota,” kata Titin dikutip dari Merdeka.com (22/02/2021).

Seperti diketahui, Durian Sinapeul mampu membuat orang yang menikmatinya ketagihan. Selain manis, daging buahnya tergolong tebal dan bijinya licin. Berikut selengkapnya:

Kampung Durian

Blok Sinapeul sudah dikenal lama sebagai kampung durian. Di kampung itu, beberapa warga memanfaatkan halaman rumahnya sebagai tempat wisata menikmati Durian Sinapeul Majalengka yang dipanen dari pohon-pohon mereka sendiri.

Titin mengatakan, keluarganya memiliki sebanyak 300 pohon durian yang tersebar di wilayah desa. Dalam sehari, pohon sebanyak itu mampu panen sebanyak 500 hingga 1.000 durian.

Beda Rasanya

Durian yang dijual Titin dibanderol dengan harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Titin mengatakan, sebagian besar warga yang datang makan durian merupakan pelanggan lama. Pengunjung yang datang itu kemudian diberi berbagai macam durian yang sudah matang dari pohonnya.

“Kalau kualitas manisnya sama dengan durian yang lain, bahkan kata orang durian di sini beda rasanya,” kata Titin.

Pelayanan Terbaik

Titin mengatakan, biasanya di hari biasa dia bisa menjual 100 sampai 150 durian. Sementara di hari libur, dia bisa menjual hingga 400 durian.

Tak hanya kualitas durian, para pengunjung yang datang ke kampung durian ini akan disuguhkan dengan suasana alam pedesaan. Bahkan Titin menyediakan beberapa gazebo untuk melayani pembeli durian yang makan di tempat.

“Kami juga memberikan servis yang baik seperti memberi tester dulu sebelum durian itu dibeli. Kalau tidak jadi beli juga tidak apa-apa. Ganti saja dengan durian baru kalau ternyata durian yang dipilih tidak manis. Jadi tidak asal durian saja,” papar Titin dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (21/2). (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: