Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Berolahraga Usai Sembuh Dari Infeksi COVID-19

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 8 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada saat seseorang sedang melakukan pemulihan atau baru sembuh dari COVID-19, terdapat sejumlah batasn yang perlu diperhatikan. Hal ini termasuk dengan aktivitas olahraga yang dilakukan.

Mengingat COVID-19 memiliki gejala yang unik dan khas pada masing-masing orang, pemulihan juga bisa berbeda. Hal ini menyebabkan perlunya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum kembali berolahraga.

Pada saat kembali berolahraga, seseorang juga disarankan untuk tidak langsung melakukannya dengan berat. Dilansir dari Merdeka.com (06/12/2021), berikut sejumlah hal yang penting diperhatikan saat kembali berolahraga usai sembuh dari COVID-19.

  1. Jangan Berolahraga saat Masih Bergejala

Hal paling penting yang perlu dilakukan sebelum berolahraga adalah pastikan bahwa kamu sudah tidak menunjukkan gejala COVID-19. Pastikan agar kamu sudah tidak demam, mudah lelah, serta napas pendek.

Pastikan kamu sudah bebas gejala selama 7-10 hari sebelum kembali berolahraga. Berolahraga ketika masih sakit atau terinfeksi virus bisa membuatmu semakin sakit dan bahkan bisa menularkannya pada orang lain.

  1. Lakukan Secara Perlahan dan Beringkat

Intensitas olahraga yang bisa kamu lakukan setelah sembuh dari COVID-19 sangat tergantung dari seberapa berat biasanya kamu berolahraga sebelumnya.

“Bagi sebagian besar orang, sebaiknya mulai dari program berjalan dan lakukan secara bertingkat untuk membangun kemampuan berjalanmu. Usai kamu berhasil melakukannya, maka kamu bisa menambah intensitas kardio tapi jangan terlalu berat,” terang Michael Fredericson, MD, profesor bidang rehabilitasi fisik pada Stanford Medicine, Palo Alto, California.

Bagi mereka yang biasa berolahraga dengan intensitas tinggi, pastikan membuat program yang tepat dengan sasaran yang jelas dan berjenjang. Buat program jangka panjang pemulihan untuk mengembalikan ke kondisi kebugaran seperti semula.

Patut dipahami bahwa pemulihan setiap orang untuk kembali berolahraga bisa berbeda satu sama lain. Progres dari tiap orang juga bisa berbeda sehingga jangan tergesa-gesa dalam berolahraga.

  1. Perhatikan Kondisi Tubuh

Menurut dr. Fredericson, sejumlah kasus COVID-19 bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Hal ini bisa memengaruhi otot jantung dan menyebabkan myokarditis.

“Kamu bisa mengalami aritmia, kondisi ketika detak janutng tak beraturan atau juga bisa berujung aritmia ventrikular yang bisa menimbulkan serangan jantung,” terang dr. Fredericson.

Pada pasien COVID-19 yang telah sembuh, terutama yang sempat mengalami gangguan jantung, sebelum kembali berolahraga, pemeriksaan menyeluruh penting untuk dilakukan. Hal ini terutama penting untuk dilakukan agar terhindar dari masalah kesehatan lebih lanjut.

Pada pasien COVID-19 yang telah sembuh, hal paling penting sebelum berolahraga adalah pastikan tubuh bebas gejala. Selanjutnya, lakukan konsultasi dengan dokter terkait seberapa berat intensitas olahraga yang boleh dilakukan. (Uli)

loading...