Hai Wanita, Saatnya Berhenti Percaya Pada Mitos Kesehatan Ini

FOTO: detik.com/indolinear.com
Sabtu, 6 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di masa serba canggih ini, kita masih dibanjiri dengan banyaknya pesan mengenai hidup sehat. Olahraga ini baik sementara olahraga yang itu buruk, makanan ini sehat sedangkan makanan itu tidak benar-benar sehat. Sampai-sampai kita menjadi bingung saran mana yang harus diikuti.

Nah, untuk menentukan pilihan kesehatan yang baik, kita perlu informasi yang sebenarnya. Dikutip dari Detik.com (05/02/2021), berikut mitos-mitos seputar kesehatan wanita yang sebaiknya tidak Anda percaya sepenuhnya:

  1. Penyakit jantung kebanyakan menyerang pria

Banyak orang percaya bahwa penyakit jantung hanya menghantui kaum pria, sama seperti kanker payudara merupakan ancaman sesungguhnya bagi para kaum wanita. Tapi sebenarnya, penyakit kardiovaskular penyakit yang jauh lebih mematikan.

“Usia antara 45-69 tahun, satu dari sembilan wanita mengalami gejala penyakit kardiovaskular,” kata Dr Ooi Yau Wei, ahli jantung dari Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena.

Biasanya risiko terkena serangan jantung meningkat setelah mengalami menopause. Tapi berapa pun umur Anda, Anda harus belajar mengenali gejalanya dan jangan pernah mengabaikannnya. Karenanya, berkonsultasilah dengan dokter Anda.

Penting diketahui, untuk mencegah penyakit jantung, Anda bisa melakukan olahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat dan ideal, tidak merokok, mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi.

  1. Memakai bra berkawat bisa tingkatkan risiko kanker payudara

Mitos ini telah beredar selama bertahun-tahun. Tapi ketika para ilmuwan menyelidiki kaitan tersebut, mereka tidak dapat menemukan bukti bahwa penggunaan bra kabel meningkatkan risiko kanker payudara Anda.

Isu tersebut timbul karena beberapa orang menganggap bahwa kawat penyangga pada bra dapat menekan dan menghambat sistem kelenjar getah bening payudara yang mengakibatkan akumulasi racun di dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kanker pada payudara. Faktanya, aliran limfatik dapat mengalir dengan lancar tanpa terhambat kawat pada bra.

Sementara, faktor risiko kanker payudara dikaitkan dengan hormon, usia, usia saat memiliki anak pertama, menyusui, dan juga riwayat keluarga. Berbicaralah kepada dokter untuk membantu mengklarifikasi risiko terkena kanker payudara.

Tidak lupa juga untuk memeriksa payudara sendiri setidaknya sebulan sekali. Anda bisa melakukannya secara visual maupun fisik dengan menggunakan bantalan jari Anda, raba setiap payudara dari luar ke tengah, serta di bawah ketiak masing-masing kemudian rasakan apakah ada benjolan atau perubahan tak terduga lainnya.

  1. Wanita tidak bisa hamil selama menstruasi

Berhubungan seks selama menstruasi tidak secara otomatis berarti Anda tidak dapat hamil. Siklus menstruasi pada wanita adalah 28 hari. Bagi banyak wanita, menstruasi dimulai pada hari pertama, dan ovulasi (saat ovarium melepaskan sel telur untuk pembuahan) terjadi sekitar hari ke-14.

Namun, waktu ovulasi sangat bervariasi tergantung pada siklus individu seorang wanita. Anda bisa berovulasi pada hari ke-12 dari siklus 28 hari, atau hari ke-21 dari siklus 35 hari. Ditambah, sperma bisa bertahan 72 jam atau tiga hari di dalam organ reproduksi wanita.

  1. Wanita terbebas dari batu ginjal

Penyakit batu ginjal yang merupakan bentuk kristalisasi urine merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan di sistem saluran urine. Meski umum, namun pria dikatakan oleh spesialis urologi lebih rentan terkena daripada wanita.

Pria lebih cenderung terkena batu ginjal dari usia sekitar 40 tahun ke atas. Meski demikian, bukan berarti wanita terbebas dari batu ginjal.

Cara terbaik untuk menghindari batu ginjal adalah dengan minum banyak air putih. Diet juga bisa menjadi faktor. Menurut Dr Chin, ada banyak makanan yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal saat dikonsumsi secara berlebihan, seperti coklat, kacang tanah dan kedelai.

Jika Anda merasa khawatir dengan batu ginjal atau jika Anda mengalami gejala seperti sakit punggung, rasa sakit saat Anda buang air kecil atau darah dalam air kencing Anda, sebaiknya periksakan kepada dokter. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: