Gusti Nurul, Putri Solo Yang Pernah Ditaksir Banyak Tokoh Nasional

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 29 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tak banyak orang tahu sosok Gusti Nurul. Walaupun berasal dari keturunan ningrat, dia bukanlah seorang pahlawan nasional. Pemilik nama lengkap Gusti Raden Ayu (GRAy) Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumowardhani itu merupakan putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII.

Dilansir dari Merdeka.com (27/10/2020), semasa mudanya, Gusti Nurul merupakan putri yang multitalenta. Dia dikenal pandai menari, menulis puisi, berkuda, main tenis, dan berenang. Dia juga disebut sebagai pendiri stasiun radio pertama di Indonesia.

Tak heran, putri kraton yang dijuluki Kembang Kusumanegaran itu pernah ditaksir banyak tokoh nasional seperti Sukarno, Sutan Sjahrir, dan Sultan Hamengkubuwono IX.

Menari hingga ke Negeri Belanda

Semasa remaja, Gusti Nurul pernah diundang menari hingga ke negeri Belanda. Saat itu Gusti Nurul menari untuk prosesi pernikahan Putri Juliana dengan Pangeran Benhard.

Hanya saja saat itu rombongan KGPAA Mangkunegara tidak membawa rombongan gamelan. Maka dari itu iringan musik gamelan dimainkan langsung dari Istana Pura Mangkunegara dan disiarkan langsung melalui radio Solosche Radio Vereeniging.

Selain berbakat, Gusti Nurul juga memiliki pemikiran modern di zamannya, meskipun dia hidup di tembok kraton yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai. Pada waktu itu, dia menolak poligami yang merupakan hal wajar dalam kehidupan kraton.

Menolak Lamaran Sultan Hamengkubuwono IX

Semasa muda, Gusti Nurul pernah ditaksir oleh banyak tokoh nasional salah satunya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Saat itu, Raja Yogyakarta ingin meminangnya untuk menjadi istri.

Hanya saja, ibunya menolak karena merasa tidak nyaman dengan status anaknya sebagai istri Sultan. Selain itu Gusti Nurul juga tidak mau dinikahi pria yang sudah beristri.

“Beliau merasa tidak nyaman karena Sultan Hamengkubuwono IX saat itu sudah punya istri. Jadi beliau tidak mau menyakiti perasaan istri Sultan lainnya. Oleh sebab itu dia memilih tidak menerima pinangan itu,” ungkap putra pertama Gusti Nurul, KPH Sularso Basarah Soerjosoerjarso.

Hampir Jadi “First Lady” Buat Soekarno

Selain Sultan Hamengkubuwono IX, Gusti Nurul juga pernah menjalani kisah cinta dengan sang proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Saat itu, Soekarno sedang mencari first lady sebelum menemukan Fatmawati sebagai ibu negara.

“Waktu itu belum sama Bu Fatma, mungkin Bung Karno ingin mencari pendamping untuk first lady. Terus ibu cerita kalau beliau tidak suka yang sifatnya berpolitik jadi merasa tidak nyaman,” kata Sularso.

Sering Diberi Hadiah Sama Sjahrir

Tak hanya oleh kedua tokoh tersebut, ternyata Gusti Nurul sering diberi hadiah sama Sjahrir. Sama seperti Sukarno, Gusti Nurul tidak terlalu menyukai Sjahrir karena dia berkecimpung di dunia politik.

“Ibu itu tidak begitu senang dengan aktivitas politik sehingga beliau tidak mau menjadi istri Sjahrir,” cerita Sularso.

Pelabuhan Cinta Gusti Nurul

Setelah menolak pinangan banyak tokoh besar, lantas ke mana hati Gusti Nurul berlabuh? Pada akhirnya dia memilih Soerjosoejarso, seorang perwira menengah tentara sebagai suaminya.

Dia menikah pada 24 Maret 1951, dalam usia yang cukup tua untuk perempuan yang menikah pada saat itu, yakni 30 tahun. Setelah berumah tangga, dia memilih untuk tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Gusti Nurul Meninggal

Gusti Nurul meninggal pada Selasa, 10 November 2015 di Bandung dalam usia 94 tahun. Dia meninggal disebabkan karena sakit dan usianya yang sudah cukup tua.

Jenazah Gusti Nurul kemudian dibawa ke Pura Mangkunegaran Solo dan selanjutnya dimakamkan di Astana Giri Layu yang merupakan kompleks pemakaman keluarga Pura Mangkunegaran.  (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: