Gubernur Kalbar Ingatkan Tentang Pengelolaan Dana Desa

Sindonewscom/indolinear.com
Senin, 6 November 2017
loading...

Indolinear.com, Landak – Gubernur Kalbar Cornelis mengingatkan kepada aparat pemerintah khususnya di desa, supaya cerdas mengelola Anggaran Dana Desa (ADD). “Buatlah program yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa, dan yang paling penting jangan pandai belanja tapi tidak pandai membuat SPJ (Surat Pertanggungjawaban) penggunaan dana desa, karena ini akan berhadapan dengan lembaga hukum,” katanya di Landak.

Pemerintah Provinsi Kalbar mencatat khusus pengalokasian ADD di Tahun 2017 mencapai Rp6 triliun, sehingga pengawasannya telah menjadi perhatian serius dari pemerintah.

ADD yang dikucurkan Pemerintah setiap tahun ke 2.031 desa di Kalimantan Barat diharapkan bisa memunculkan ide kreatif dan inovatif dalam pemanfaatan sumber daya dan potensi yang dimiliki desa.

“Kedepan saya minta desa-desa harus lebih berkembang dan memiliki keunggulan keunggulan sesuai potensi yang dimiliki. Sehingga tercipta kesempatan dan peluang kerja bagi masyarakat, diharapkan dapat mengurangi perpindahan penduduk desa ke kota, hanya untuk mencari kerja namun tidak memiliki keahlian yang memadai,” ujar Cornelis.

Di Kalimantan Barat menurut Cornelis semua tersedia, sehingga masyarakatnya tidak boleh manja. “Ubi saja dilempar ke tanah bisa hidup, sehingga masyarakat jangan manja, manfaatkan lahan yang ada untuk menghidupi keluarga dan lahan-lahan di desa juga supaya dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian di desa,” katanya.

Kesempatan itu Cornelis meminta kepala desa dan tokoh masyarakat agar menjadi motivator masyarakatnya, supaya maju, cerdas dan benar-benar mampu menaklukan alam. (Gie)

loading...