GrabFood Pegang Mendominasi Pasar Layanan Pesan Antar Makanan Di Asia Tenggara

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 2 Februari 2021
loading...

Indolinera.com, Jakarta – Momentum Works baru saja merilis hasil riset mengenai ‘pertarungan’ aplikasi penyedia layanan pesan antar makanan di Asia Tenggara selama tahun 2020.

Berdasarkan riset tersebut, total GMV yang dihasilkan dari seluruh pemain mencapai USD 11,9 miliar. Sebanyak enam pemain yang berkontribusi dalam GMV yang dicapai di tahun 2020. Enam pemain itu yakni Grab (GrabFood), Gojek (GoFood), FoodPanda, Deliveroo, LineMan, dan Now.

Bila dibedah secara rinci, Grab menjadi pemain yang paling banyak meraih GMV dibandingkan dengan lima pemain lainnya. Momentum Works mencatat bahwa Grab mampu memperoleh GMV sebesar USD 5,9 miliar.

Sementara di urutan kedua, FoodPanda dengan GMV mencapai USD2,52 miliar. Disusul Gojek dengan nilai USD 2,0 miliar serta Deliveroo (USD 0,58 miliar), LineMan (USD 0,56 miliar), dan Now (0,30 miliar).

Lain hal jika dikerucutkan di pasar Indonesia. Prosentase Grab masih lebih unggul daripada Gojek. Grab meraih 53 persen pangsa pasar sementara Gojek 47 persen. Bila ditotalkan, pengeluaran masyarakat Indonesia dengan total USD3,7 miliar dilakukan melalui dua penyedia layanan pesan-antar makanan terbesar yaitu Grab dan Gojek, dilansir dari Merdeka.com (01/02/2021).

Indonesia Seksi

Momentum Works mencatat, Indonesia merupakan pasar layanan pesan antar makanan yang paling gemuk di antara negara-negara di Asia Tenggara. Hal itu dibuktikan dengan pengeluaran total masyarakat Indonesia sebesar USD 3,7 miliar. Diikuti oleh Thailand (USD2,8 miliar), Singapura (USD2,4 miliar), Filipina (USD1,2 miliar), Malaysia (USD 1,1 miliar), dan Vietnam (USD 0,7 miliar).

“Menurut kami, sebagian besar pertumbuhan layanan pengiriman makanan pada tahun 2020 akan bersifat permanen mengingat adanya tren digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen. Kami optimis terhadap prospek layanan pesan-antar makanan di Indonesia, meskipun kemungkinan akan memakan waktu beberapa tahun sebelum sektor ini dapat diadopsi secara massal. Pemain layanan pesan-antar makanan harus memiliki strategi jangka panjang agar dapat memanfaatkan peluang di pasar yang sangat besar ini secara optimal,” kata Jianggan Li, Chief Executive Officer, Momentum Works dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Faktor utama yang menjadikan Indonesia sebagai pasar layanan pesan-antar makanan terbesar di kawasan Asia Tenggara adalah besarnya populasi di negara ini yang mencapai 217 juta penduduk.

Meski demikian, layanan pesan-antar makanan di Indonesia baru menyumbang kurang dari 1 persen dari pasar layanan makanan negara itu sendiri yang mencapai USD 61 miliar pada tahun 2019.

“Walau hal ini menggambarkan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan layanan pesan-antar makanan di Indonesia, fakta ini juga mencerminkan kurangnya kesiapan pasar dalam mengadopsi layanan pesan-antar makanan di kota-kota tier kedua dan ketiga,” jelas dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: