Gotong Royong UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional Di Masa Pandemi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 30 Juli 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di tengah fenomena pelambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat pandemi Covid-19 yang belum usai, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan koperasi kini diharapkan bisa menjadi pilar utama untuk menggerakkan dan menggairahkan ekonomi nasional.

Pemerintah pun menyiapkan bantuan likuiditas untuk sektor koperasi dan UMKM dengan nilai total Rp 123,46 triliun yang merupakan bagian dari anggaran program pemulihan ekonomi secara nasional.

Selain bantuan likuiditas, anggaran untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah, juga disalurkan melalui program subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penempatan dana pemerintah di bank-bank swasta untuk restrukturisasi kredit UMKM dan koperasi.

Wahab Afwan, Managing Director Energy+ Indonesia Marketing Communicatin Hub menilai kebijakan itu telah sesuai dengan yang diharapkan.

Kontribusi sektor UMKM terhadap ekonomi nasional mencapai 60%, dan menyerap sekitar 90% pasar tenaga kerja.

Sehingga, kebijakan itu dinilai sudah sesuai sasaran.

“Gotong Royong UMKM merupakan kunci ketahanan ekonomi nasional di masa pandemi seperti sekarang. Kebijakan itu diharapkan bisa menggairahkan kembali usaha di sektor ini,” ujar Wahab Afwan dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Tribunnews.com (29/07/2020).

Menurut Wahab Afwan, yang juga calon peserta pendidikan Lemhannas RI, dirinya bersama dengan Energy+ Indonesia Marketing Communication Hub, juga akan turut berkontribusi langsung dalam program nasional untuk menggerakan kembali sektor ekonomi UMKM ini.

Energy+ akan menyediakan program yang membantu UMKM-UMKM terdampak dengan cara memberikan business solution melalui strategy marketing yang adaptif melalui kolaborasi Hub antar UMKM, dari supply chain sampai dengan sales/marketing dan distribusi produk.

Diharapkan dengan adanya kolaborasi Hub antar UMKM ini, bisa mengurangi loss revenue, dan bisa meningkatkan kembali performa dari UMKM tersebut sehingga UMKM bisa meningkatkan kembali bisnisnya untuk menopang kebangkitan ekonomi nasional dari sektor UMKM.

“Situasi pendemi Covid-19 yang berkepanjangan akan sangat memukul perekonomian nasional, dan banyak yang akan terdampak termasuk UMKM. Oleh karena itu semua elemen harus bergerak cepat dan adaptif, agar bisa bertahan di kondisi apapun. Diharapkan dengan adanya solusi kolaborasi Hub antar UMKM akan membantu ketahanan ekonomi nasional,” ujar Wahab Afwan.

Sektor UMKM di Indonesia saat ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sektor UMKM menyumbangkan hingga Rp 8.573,9 triliun ke PDB Indonesia pada 2018, atau sekitar 57,8% terhadap PDB keseluruhan.

Selain itu, sektor UMKM mempekerjakan sebanyak 116.978.631 orang atau 97% dari total tenaga kerja Indonesia.

Hingga saat ini, jumlah UMKM di seluruh Indonesia sebanyak 64.194.057 unit usaha atau 99,99% dari total unit usaha di Indonesia.

Dengan data ini, bisa diperkirakan betapa besar dan sangat berpengaruhnya sektor UMKM bagi pergerakan ekonomi nasional.

“Energy+ juga akan mensupport UMKM untuk masuk kedalam ekosistem digital yang saat ini baru sekitar 12% dari total 64 juta UMKM di Indonesia untuk mendukung program presiden Jokowi #BanggaBuatanIndonesia,” kata Wahab Afwan.

Kebijakan bantuan likuiditas kepada sektor UMKM, kata Wahab Afwan, setidaknya akan dapat mencegah peningkatan tajam angka pengangguran, pemutusan hubungan kerja, dan kemiskinan.

Ia berharap kebijakan itu bisa betul-betul menyalurkan bantuan dana tepat kepada sasaran dan tidak sampai dikorupsi.

Dengan konsep gotong royong ekonomi nasional, diharapkan semua bisa terlaksana dan terkoordinasi baik, serta tepat sasaran. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: