Google Berencana Menginvestasikan USD1 Miliar Di Afrika Selama 5 Tahun

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 23 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Google berencana untuk menginvestasikan USD 1 miliar di Afrika selama lima tahun ke depan. Dilansir dari Merdeka.com (22/10/2021), investasi ini untuk memastikan akses ke internet yang cepat dan lebih murah dan akan mendukung perusahaan rintisan untuk mendukung transformasi digital di benua itu.

Unit perusahaan teknologi AS Alphabet Inc ini membuat pengumuman di acara virtual. Mereka meluncurkan Dana Investasi di Afrika dengan nilai USD 50 juta pada perusahaan rintisan, memberi mereka akses ke karyawan, jaringan, dan teknologinya.

Nitin Gajria, Managing Director Google di Afrika mengatakan untuk investasi di perusahaan rintisan, pihaknya akan menargetkan startup yang berfokus pada fintech, e-commerce, dan konten bahasa lokal.

“Kami melihat, Google berpotensi menambah nilai dalam bermitra dengan beberapa startup ini,” kata Gajria.

Bekerja sama dengan organisasi nirlaba Kiva, Google juga akan memberikan USD10 juta dalam bentuk pinjaman berbunga rendah untuk membantu usaha kecil dan pengusaha di Ghana, Kenya, Nigeria, dan Afrika Selatan sehingga mereka dapat melewati kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh COVID-19.

Usaha kecil di Afrika sering berjuang untuk mendapatkan modal karena mereka tidak memiliki jaminan yang diperlukan oleh bank jika gagal bayar. Ketika kredit tersedia, suku bunga biasanya terlalu tinggi.

Google mengatakan program yang dirintis tahun lalu di Kenya dalam kemitraan dengan Safaricom yang memungkinkan pelanggan untuk membayar ponsel berkemampuan 4G dengan mencicil akan diperluas di seluruh benua dengan operator seluler seperti MTN, Orange dan Vodacom.

Di sisi lain, Gajria mengatakan kabel bawah laut yang sedang dibangun oleh Google untuk menghubungkan Afrika dan Eropa akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan dan diperkirakan akan meningkatkan kecepatan internet lima kali lipat dan menurunkan biaya data hingga 21 persen di negara-negara seperti Afrika Selatan dan Nigeria. (Uli)