Golkar Dinilai Mempunyai Modal Kuat Untuk Memenangkan Pemilu 2024

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 17 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Pemilu 2024 diyakini menjadi momentum bagi kebangkitan kembali Partai Golkar. Potensi Golkar memenangi pemilu terbuka lebar.

Hal ini disampaikan oleh Manajer Kampanye Indikator Politik Indonesia Budiman yang menyatakan, Partai Golkar bisa bangkit dan meraih kemenangan dalam kontestasi Pemilu 2024. Melihat sejarah pemilu paskareformasi, Golkar berhasil meraih kemenangan di pemilu tahun 2004.

“Pernah unggul, saya kira sekarang bisa jadi momentum 2024. Dua dekade pasca itu, Golkar kembali meraih kemenangan di pentas politik nasional,” kata Budiman dalam diskusi online “Menakar Elektabilitas Partai Golkar Jelang 2024” yang disiarkan di Instagram Golkar 2024, dilansir dari Tribunnews.com (16/01/2022).

Budiman menambahkan, proyeksi ini ditegaskan juga oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto bahwa dekade keenam partai Golkar bisa jadi momentum Golkar memenangkan pemilu mendatang.

Hal ini bukan isapan jempol semata, menurut Budiman, Golkar memiliki modal yang kuat untuk memenangkan pemilu.

“Dari sisi internal diisii oleh tokoh berkualitas di republik ini. Dalam sejarahnya, partai golkar selalu menjadi lokomotif pembanguan. Jadi, republik ini, bangsa ini selalu dimotori oleh kader-kader terbaik partai golkar,” tambahnya.

Seperti saat ini, Budiman menyebut kabinet Indonesia Maju diisi oleh sejumlah kader Golkar, seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mengisi jabatan strategis di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Menurutnya, peran Airlangga ini penting dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi.

Selain ketua umum, kader Golkar lain yang menjadi lokomotif pembangunan saat ini adalah Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian.

Menteri Pemuda dan Olahraga juga dijabat oleh Zainudin Amali yang juga Ketua Bappilu Partai Golkar.

Mengacu hasil survei, terdapat tren positif opini publik terhadap perbaikan ekonomi.

Menurut Budiman, lokomotif perbaikan ekonomi ini adalah kerja Airlangga Hartarto. Namun demikian, Budiman menilai kerja nyata Airlangga belum berdampak besar terhadap elektabilitas partai.

“Saya melihat belum maksimal, yang kerja pak Airlangga Hartarto, tapi yang mendapat keuntungan ke pihak dan partai lain, dan secara khusus pak Presiden,” urainya.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru, popularitas Airlangga Hartarto menempati urutan ketiga dari ketua-ketua umum partai untuk dipilih menjad presiden.

Dengan elektabilitas mencapai 6 persen, Airlangga unggul dari Ketua Umum PDIP Megawati dengan 3,7 persen.

Menanggapi hal ini, Budiman menyatakan adanya tren kenaikan popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto.

“Pak Airlangga sampai saat ini trennya meningkat, tahun lalu masih 20-an persen, sampai sekarang 32-37 persen. Artinya ada ruang yang luas untuk Airlangga Hartarto untuk menignkatkan, akselerasi popularitas kepada pemilih,” bebernya.

Budiman lantas menyarankan, sebagai capres yang diusung Golkar, Airlangga Hartarto memiliki waktu 2 tahun mendatang untuk menaikkan popularitas dan elektabilitasnya.

Setidaknya sebagai modal pilpres mendatang, kata Budiman, popularitas Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Menko Perekonomian di atas 50 persen.

Untuk itu, Budiman menyarankan agar Arilangga Hartarto dan kader partai untuk menyosialisasikan Airlangga secara masif. Baik kepada basis pemilih golkar, maupun masyarakat luas.

“Kenapa saya menyebut pak Airlangga punya modal elektabilitas 10 persen, karena pak Airlangga tinggal memaksimalkan basis partai golkar tadi,” jelasnya.

Kantong-kantong suara Golkar yang bisa dimaksimalkan, kata Budiman, meliputi di Sulawesi Selatan, etnis Bugis. Selain itu, juga bisa dimaksimalkan di kantorng-kantong suara dengan populasi pemilih besar, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Secara khusus, kinerja Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dinilai Budiman sangat luar biasa dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya juga dalam transformasi digital di Indonesia.

“Ini sebagai modal Golkar untuk pemilu 2024 mendatang,” tuturnya. (Uli)