GKSB DPR Sambut Baik Kerja Sama Indonesia-Kroasia Di Berbagai Bidang

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Kamis, 4 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) menyambut baik kerja sama Negara Indonesia dan Kroasia di berbagai bidang. Hal tersebut disampaikan Anggota GKSB DPR RI Vera Febyanthy usai menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Kroasia untuk Indonesia, Nebojsa Koharovic beserta rombongan. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua GKSB DPR RI-Parlemen Kroasia Ferdiansyah serta Anggota GKSB DPR RI-Parlemen Kroasia Cucun Ahmad Syamsurijal.

“Kita berterima kasih sekali kepada Dubes Kroasia sudah berkunjung ke sini. Beliau juga menyampaikan beberapa hal untuk mempererat hubungan, mulai dari bidang budaya, sistem pertahanan dan keamanan (defense and security system), dan juga peningkatan investasi. Menurut dubes, Kroasia adalah negara yang fokus kepada bidang pelayanan (services),” jelas Vera di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, dilansir dari Dpr.go.id (03/02/2021).

Politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan dalam hal peningkatan investasi, Dubes Kroasia menyambut baik kerja sama antar pengusaha dari kedua negara. “Kami sebagai anggota GKSB, akan terus membantu Pemerintah Indonesia untuk mengajak melalui duta besar agar pengusaha Kroasia bisa dapat berinvestasi di Indonesia lebih banyak lagi, sehingga neraca perdagangan kita juga akan meningkat. Dan juga sebaliknya yang kita harapkan, pengusaha Indonesia ada kesempatan untuk bisa berinvestasi di Kroasia,” ujarnya.

Dalam hal kebudayaan, Vera mendorong kerja sama yang lebih intensif untuk saling bertukar misi pendidikan dan kebudayaan. “Semoga nanti pada saat pandemi Covid-19 telah berakhir kita mencoba untuk bertukar misi kebudayaan dan pendidikan antara Indonesia dan Kroasia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kementerian terkait lainnya,” tambah Vera.

Terakhir, dalam bidang kerja sama Sistem Pertahanan dan Keamanan, GKSB DPR RI menyambut baik adanya transfer teknologi, baik untuk aspek Keamanan Dunia Maya (cyber security) dalam dunia perbankan maupun Pertahanan Kedaulatan Negara.

“Kroasia masuk keanggotaan Negara NATO, sehingga mereka bersedia untuk transfer teknologi dalam hal keamanan laut. Mereka memiliki kapal patroli dan bisa bekerjasama dengan Indonesia misalnya melalui institusi kepolisian atau juga dengan TNI AL dan institusi lainnya,” jelas Vera.

Diketahui, Indonesia dan Kroasia memiliki instrumen hubungan kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan yaitu Persetujuan Kerja Sama Ekonomi dan Teknik (1997), MoU Pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Teknik (1998), Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal (P4M) (2002), dan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (2002)

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari 2012 hingga 2016, terjadi surplus kerja sama Indonesia dengan Kroasia. Pada tahun 2016, total perdagangan mengalami peningkatan yaitu 62,88 juta dolar AS dari 46,01 juta dolar AS pada tahun 2015. Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan bilateral naik sebesar 33,41 persen dari periode yang sama tahun 2016 yaitu dari 21,37 juta dolar AS menjadi 28,52 juta dolar AS. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: