GKSB DPR Dan Parlemen Peru Bahas Kerja Sama Indonesia-Peru

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Sabtu, 25 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Antar Parlemen (GKSB) DPR RI-Parlemen Peru Dyah Roro Esti menerima kunjungan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Republik Peru untuk Indonesia Francisco GutiĆ©rrez Figueroa di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Kunjungan itu guna membahas mengenai kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Indonesia dan Peru.

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut di antaranya mengenai kerja sama di bidang pariwisata, mitigasi perubahan iklim, serta penanganan Covid-19 di kedua negara. “Jadi harapan kami ke depannya baik itu dari segi tourism, lalu kemudian pariwisatanya juga bagaimana kita selama ini memitigasi perubahan iklim dengan partisipasi kedua negara pada ajang COP 26 lalu kemudian kita juga membahas mengenai penanganan Covid,” kata politisi Partai Golkar tersebut, Dilansir dari Dpr.go.id (24/12/2021).

Dari segi pariwisata, Dyah Roro menambahkan, Indonesia dengan Peru selama ini telah menjalin kerjasama khususnya untuk kunjungan ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Machu Picchu di Peru. “Ini sesuatu hal yang menurut saya patut kita eksplor, karena bagaimana nanti kedepannya kita bisa meng-atract visitors dari Peru untuk datang ke Indonesia melalui kooperasi ini, kolaborasi ini, dan Indonesia juga terpanggil untuk datang ke Peru jadi win-win solution untuk kedua negara,” imbuhnya.

Selain itu, dari segi transisi energi, Dyah Roro yang juga merupakan Anggota Komisi VII DPR RI ini mengatakan, Indonesia bisa belajar kepada Peru dalam merealisasikan transisi energi di Indonesia. Sebab selama ini, hampir 30 persen dari emisi karbon datang dari sektor energi. “It’s a very viral role bagaimana kita bisa belajar juga dari Peru, kalau misalnya mereka sudah andil dalam hal tersebut mungkin kita juga bisa melihat pembangkit listrik di sana yang berbasis energi terbarukan atau mungkin hal-hal seperti ini yang bisa kita eksplor,” tambahnya.

Sedangkan dari sektor kesehatan, Dyah Roro mengungkapkan bahwa penanganan ovid-19 di kedua negara baik Indonesia maupun Peru, saat ini terbilang sudah cukup baik dan kedepannya diharapkan dapat selalu dimonitor dengan baik. “Memang masyarakat harus tetap waspada, tetapi paling tidak dari segi manajemen dan handlingnya itu teratasi. Bahkan kemarin saya baca yang positif Omicron sekarang sudah negatif. Jadi intinya mudah-mudahan kita lebih siap dengan segala tantangan yang ada,” ujar legislator dapil Jawa Timur X ini.

Untuk terus memperkuat kerja sama antar kedua negara, Dyah Roro menambahkan bahwa Indonesia akan mengadakan beberapa pertemuan online dengan Peru untuk melihat dan memperdalam isu-isu strategis antara kedua negara. “Saya suggest setelah rapat hari ini kita mengadakan beberapa online engagement menghadirkan beberapa anggota GKSB Peru-Indonesia juga dengan working group dari pihak Peru agar kita bisa pinpoint isu apa sih yang kelihatannya strategis buat kedua negara, salah satunya tourism,” sebutnya. (Uli)

loading...