Genjot Penerimaan Pajak, Bapenda Tangsel Dorong Wajib Pajak Tepat Waktu

FOTO: Eksklusif Bapenda Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel  –  Guna menggenjot animo para Wajib Pajak (WP) dari sektor hiburan, restoran, hotel dan parkir untuk tertib dalam pelayanan pajak daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Perpajakan Daerah di Hotel Venesia, Serpong, belum lama ini.

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pemeriksaan Bapenda Tangsel dan perwakilan dari KPP Serpong serta Bapenda Propinsi Banten dihadiri sejumlah perwakilan wajib pajak hiburan, pengelola hotel, restoran dan parkir.

Disamping melakukan kegiatan sosialisasi, Bapenda juga memaparkan tentang target penerimaan di tahun 2018, disebutkan pula mengenai perkembangan PAD Kota Tangsel dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan, yakni tahun 2016 mencapai Rp1,243 triliun, lalu 2017 naik menjadi Rp1,325 triliun, dan tahun 2018 bertambah menjadi Rp1,455 triliun.

Saat ditemui di lokasi, Kepala Bidang Pemeriksaan Bapenda Tangsel, Cahyadi mengungkapkan, Sosialisasi kepada para WP sektor non PBB ini dilakukan untuk mendorong kesadaran WP agar menunaikan kewajibannya sebagaimana yang telah diatur dalam regulasi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014,” terang Cahyadi.

Menurut Cahyadi, upaya sosialisasi penting dilakukan. Agar dapat mengejar perolehan pajak daerah dari sektor non PBB, bahkan Cahyadi yakin dengan adanya sosialisasi kepada para WP, akan ada kenaikan penerimaan pajak seiring adanya peningkatan animo para WP di sektor non PBB.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi yang dilakukan bersama dengan para perwakilan WP, Cahyadi berharap ada kerjasama yang baik ke depannya kepada seluruh WP dengan menyetor pajak tepat waktu.

“Kami sudah memberikan kemudahan dengan cara self assesment kepada para WP tentang pembayaran pajaknya,” terang dia.

Saat disinggung bagi para WP yang telat dalam pelaporan pajak, Cahyadi mengatakan akan dilakukan teguran secara tertulis atau dengan langkah mendatangi WP guna mengetahui keterlambatan dalam pelaporan pajak daerah.

“Kami lakukan secara persuasif dalam hal meningkatkan pelayanan pajak,” imbuhnya.

Berbicara sumber PAD, untuk PAD meliputi 3 hal, yakni Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta Pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Sebagai gambaran, APBD murni Kota Tangsel tahun ini ditetapkan sebesar Rp3,428 triliun. Dari jumlah itu, 42 persennya atau sekira Rp1,455 triliun berasal dari PAD. Sedangkan nilai total PAD sebagian besarnya diperoleh dari pajak daerah.

Dari data yang dihimpun, komposisi target penerimaan pajak daerah Kota Tangsel tahun APBD-P 2018 ;

  1. Pajak Hotel, jumlahnya sebesar Rp27,378 miliar, atau setara dengan 2,12 persen nolai APBD.
  2. Pajak Restoran, jumlahnya Rp243,505 miliar, atau setara 18,78 persen dari APBD.
  3. Pajak Hiburan, jumlahnya Rp38 miliar atau setara 2,93 persen APBD.
  4. Pajak Reklame, sebesar Rp22 miliar atau sama dengan 1,7 persen dari APBD.
  5. Pajak Penerangan Jalan Rp156 miliar atau 12,3 persen APBD.
  6. Pajak Parkir sebesar Rp29,250 miliar, setara dengan 2,26 persen APBD.
  7. Pajak Air Tanah, sebesar Rp2,8 miliar atau 0,2 persen APBD.
  8. PBB-P2, sebesar Rp348,800 miliar, atau setara 27 persen APBD.
  9. BPHTB sebesar Rp429 miliar, atau 33 persen dari APBD.

“Totalnya mencapai Rp1,296 triliun,” kata Cahyadi.(ADV)