Gencatan Senjata Mengakhiri Perang Enam Hari Israel Vs Negara Arab

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 9 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Tanggal 11 Juni 1967, 51 tahun silam, terjadi peristiwa bersejarah, yakni berakhirnya perang antara Israel dengan negara-negara Arab, yakni Suriah, Mesir dan Yordania.

Kedua pihak menyetujui gencatan senjata yang diserukan PBB.

Dalam perang yang berlangsung selama enam hari tersebut, Israel mengerahkan pasukannya secara besaran-besaran di kawasan kota suci Yerusalem untuk yang pertama kalinya sejak tahun 1948.

Levi Eshkol, perdana menteri Israel saat itu, mengklaim berhasil menggempur Mesir, Yordania, dan Suriah. Menurutnya, Yordania dan Suriah “babak belur” dan hanya bisa melakukan pertahanan atas serangan dari pasukannya.

“Kini tak ada lagi ancaman bagi Israel yang ada sejak kami berdiri,” ujar Eshkol seperti dikutip dari Liputan6.com (07/10/2019).

PBB menetapkan gencatan senjata pada pukul 16.30 waktu Timur Tengah setelah Israel dan Suriah masing-masing menyatakan setuju kepada pemantau PBB di Kuneitra, Suriah dan Tiberias, Israel.

Kendati demikian, Suriah melaporkan bahwa masih ada pesawat Israel yang melintas Damaskus, Suriah, sekitar lima menit setelah pengumuman gencatan senjata. Tapi beberapa saat kemudian, pesawat tersebut menghilang.

Perang enam hari antara Israel dengan negara Arab dimulai pada 5 Juni 1967.

Pertempuran terjadi di Semenanjung Sinai Mesir, kawasan Tinggi Golan Suriah, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan 500.000 warga Palestina ke Mesir, Suriah, Lebanon, dan Yordania.

Hingga kini, sejumlah negara Arab tetap berseteru dengan Israel, kecuali Mesir dan Yordania yang memilih menjalin hubungan dengan Tel Aviv. (Uli)