Gelombang Urbanisasi Di Kota Bekasi Diprediksi Mencapai 10 Ribu Jiwa Pasca-lebaran 2022

FOTO: tribunnews.com/indolinear,com
Rabu, 11 Mei 2022

Indolinear.com, Bekasi – Gelombang urbanisasi di Kota Bekasi diprediksi mencapai 10 ribu jiwa pasca-arus balik mudik lebaran 2022, hal ini melihat situasi pandemi yang mulai melandai.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Taufik Rahmat Hidayat, mengatakan, perpindahan penduduk tahun ini diprediksi mencapai dua kali lipat dibanding 2021.

“Mengacu pada data pasca-lebaran 2021, terdapat 6.225 masuk pindah menjadi warga Kota Bekasi, diproyeksikan saat ini bisa bertambah mencapai 10 ribu mengingat pandemi sudah mulai melandai,” kata Taufik, dilansir dari Tribunnews.com (10/05/2022).

Taufik menegaskan, pihaknya tidak dapat menolak kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih untuk pindah dan menetap di Kota Bekasi.

“Prinsipnya sama dengan DKI bahwa kami tidak bisa mencegah warga yang akan masuk ke Kota Bekasi, karena kesempatan untuk tinggal dimanapun adalah hak warga negara,” ujarnya.

Hanya saja lanjut dia, warga pendatang atau yang baru pindah wajib melengkapi dokumen administrasi kependudukan.

“Segera melengkapi dengan mengurus sendiri jangan menggunakan jasa calo melalui Aplikasi Online e-Open yang produk pelayanannya di ambil di masing-masing Kecamatan se-Kota Bekasi,” ucapnya.

Sebagaimana amanat undang-undang, setiap warga yang menetap di suatu daerah maksimal selama satu tahun wajib mengurus perpindahan kependudukan.

“Dipersilahkan mengurus proses perpindahan penduduk ke Kota Bekasi sebagaimana amanat dari UU tentang administrasi kependudukan,” tegas dia. (Uli)