Gas Bocor Sebabkan Ledakan, 23 Pekerja Pabrik Tewas

Sabtu, 24 Oktober 2015
Historia | Uploader Arif
loading...

Indolinear, Pasdena – Pada hari ini tahun 1989, 23 orang meninggal dalam serangkaian ledakan yang dipicu oleh kebocoran di sebuah pabrik plastik di Pasadena, Texas. Ledakan terjadi di pabrik Phillips Petroleum Company. Menurut hasil investigasi, insiden terjadi karena prosedur keselamatan yang tidak memadai.

Sebuah reaktor polietilen di Phillips 66 Chemical Complex di Pasadena menciptakan senyawa kimia yang diperlukan untuk produksi plastik. Pabrik tersebut memproduksi jutaan kilo plastik setiap harinya untuk digunakan dalam pembuatan mainan dan kontainer.

Demi memotong biaya, Phillips mempekerjakan beberapa subkontrak untuk pemeliharaan yang diperlukan di pabrik. Mereka memilih Fish Engineering and Construction sebagai subkontraktor utama. Perusahaan ini tidak mempunyai reputasi bintang sama sekali.

Pada Agustus, seorang karyawan Fish membuka pipa gas untuk pemeliharaan tanpa mengisolasi pipa. Hal ini menyebabkan pelarut yang mudah terbakar dan gas menguap ke area kerja. Atas kecerobohan ini, satu pekerja tewas dan melukai 4 orang lainnya.

Fish melakukan pekerjaan pemeliharaan pada reaktor polyethylene pabrik pada 23 Oktober, sekali lagi, masalah muncul. Katup tidak benar aman, dan sekitar pukul 13.000, 85.000 pounds gas yang mudah terbakar gas etilen-isobutana bocor ke pabrik.

Tidak ada detektor atau sistem peringatan akan terjadinya dari bencana. Dalam waktu dua menit, awan gas besar berhembus lalu meledak. Kekuatan ledakan setara dengan 2.5 ton dinamit.

Ledakan terdengar hingga berkilo-kilo meter jauhnya. Bola api terlontar ke segala arah hingga 15 mil jauhnya. 23 pekerja di Phillips tewas dan 130 lainnya luka-luka serius saat ledakan pertama memicu reaksi ledakan berantai.

Sebuah penyelidikan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Administration (OSHA) menemukan Phillips melakukan pelanggaran keamanan serius. Pun terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Perusahaan itu tidak melakukan pemeriksaan yang komprehensif sejak tahun 1975.

Kesaksian lain mengungkapkan bahwa prosedur keselamatan yang tidak memadai digunakan selama proses pemeliharaan telah meninggalkan pabrik rentan terhadap bencana. Namun, tidak ada tuntutan pidana yang diajukan terhadap Phillips atau pun manajernya. (uli)

 

Sumber:  Liputan6.com