Gallagher Bersaudara, Cinta Mati The Citizens Dan Kebencian Untuk Man United

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 8 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Bukan menjadi rahasia bahwa dua pentolan band Oasis, Noel dan Liam Gallagher, merupakan fans sejati Manchester City.

Noel dan Liam Gallagher mengidolakan Man City bahkan sejak tim tersebut belum mendapatkan aliran dana dari pengusaha asal Timur Tengah, Sheikh Mansour. Kedua personel band tersohor asal Inggris tersebut tak segan meluapkan rasa cintanya kepada The Citizens, julukan Man City.

Keduanya lahir dan besar di Manchester. Bagi masyarakat kota tersebut, sepak bola sudah tentu menjadi santapan sehari-hari. Terlebih Manchester United sedang dalam masa kejayaan ketika Noel dan Liam masih belasan tahun.

Namun, mereka tak menunjukkan rasa cinta kepada Man United. Sebaliknya, kedua pentolan Oasis yang kini sudah bubar itu ikut berjuang bersama Man City yang kala itu tak pernah lepas dari jurang degradasi.

Menahan nestapa melihat rival sekota berjaya bukan perkara enteng. Noel dan Liam jelas menyadari hal itu. Akan tetapi, tak ada bentuk “pengkhianatan” kesetiaan mereka kepada The Citizens. Mereka semakin lantang menunjukkan cintanya kepada Man City.

Di sisi lain, mereka juga “mengimbangi” dengan rasa benci kepada Man United. “Hal terburuknya adalah saya sangat terkenal sebagai penggemar Manchester City,” kata Noel Gallagher dikutip dari Kompas.com (07/11/2021).

“Jika kami kalah, saya akan mendapatkan pelecehan. Orang-orang meneriaki saya di jalanan,” jelas dia.

Angin segar datang pada tahun 2007, mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, membeli Manchester City. Perubahan cukup besar banyak terjadi, salah satunya adalah penunjukkan Mark Hughes sebagai manajer.

Era Thaksin di Man City tak lama. Dia menjualnya ke Sheikh Mansour pada tahun 2008. Bersama Mansour, kejayaan mulai terlihat jelas. Jalan Man City ke era puncak mulai terasa mulus.

Hasilnya, Man City juara Liga Inggris pada tahun 2012. Penantian yang cukup panjang bagi Gallagher bersaudara.

Lagu Oasis, Wonderwall, juga didengungkan ketika mengangkat trofi Liga Inggris musim 2011-2012. “Perang” Noel Gallagher vs Gary Neville Pada 9 Mei 2011, Manchester United berhasil mengalahkan Chelsea pada pentas Liga Inggris.

Pemain Man United kala itu, Gary Neville, membuat unggahan di Twitter yang menyontek dan mengubah sedikit lirik lagu Oasis, Fade Away. “While we’re living, the dreams we have as children fade away.’ Not if you support United!” tulis Gary Neville di Twitter.

Ya, Neville tak ragu menjelaskan bahwa dirinya merupakan pencinta band Oasis. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Oasis terkenal sebagai fans Man City. Bagi Noel Gallagher, tweet unggahan Neville sebuah penghinaan.

Dia kemudian membalas langsung kepada legenda Man United tersebut. Pada suatu momen, Neville meminta Noel menandatangani gitar yang digunakan untuk belajar bermain musik.

Senyum lebar tentu diberikan kepada Noel. Dia memberikan tanda tangan tersebut dengan tambahan “hadiah”. Hadiah tersebut adalah tulisan tinta hitam “MCFC” di bagian gitar Neville yang berwarna putih. (Uli)