Galileo Diadili Vatikan Karena Mendukung Teori Copernicus

Selasa, 23 Februari 2016

Indolinear.com – Pada Tanggal 13 Februari tahun 1633, seorang ilmuwan dan astronom terkemuka Italia, Galileo Galilei mulai menghadapi persidangan yang digelar Vatikan.

Ia diadili lantaran mendukung teori Copernicus yang menyatakan bahwa Bumi mengitari Matahari sebagai pusat tata surya.

Saat itu teori yang diyakini Galileo dianggap menentang apa yang saat itu diyakini Vatikan, bahwa Bumi adalah pusat tata surya. Karena itu, ia dipanggil dan dibawa ke meja hijau.

Sejak kecil, Galileo yang lahir di Pisa, 15 Februari 1563, dikenal sebagai sosok yang cerdas. Putra seorang musikus tersebut mulai berkuliah di University of Pisa, menggeluti ilmu Filosofi dan Matematika.

Saat usia 26 tahun, dia diangkat sebagai profesor di kampus tersebut, karena postulasinya yang mendukung teori Aristoteles bahwa kecepatan benda jatuh tak konstan, bisa berubah tergantung beratnya.

Kemudian, dari 1592 – 1630, Galileo menjadi Profesor Matematika di University of Padua. Di kampus ini, ia berhasil menciptakan teleskop yang bisa membantunya melihat permukaan Bulan dari Bumi.

Teleskopnya juga bisa membantu Galileo mengamati Planet Jupiter lebih dekat dan kumpulan bintang yang disebut Milky Way.

Dengan keberhasilan tersebut, Galileo diangkat menjadi ahli matematika untuk pengadilan di Florence. Ia terus berkarya dan teori yang terakhir pendukung postulasi Nicolaus Copernicus berbuntut panjang. Dia diadili di Vatikan.

Kala itu, Vatikan bertindak tegas kepada ilmuwan yang menentang ajaran gereja lantaran dianggap sebagai musuh negara. Vatikan juga melarang peredaran buku yang dianggap bertolak belakang dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

Dalam persidangan, Galileo menyatakan diri bersalah, sehingga ia mendapatkan hukuman ringan, yakni tahanan rumah.

Sejak itu, Galileo menghabiskan sisa hidupnya di sebuah vila di Arcetri dekat Florence, hingga akhirnya wafat pada 8 Januari 1642.

Meski sudah tiada, nama Galileo hingga kini dikenal sebagai ilmuwan yang berjasa bagi perkembangan zaman. Sir Issac Newton, termasuk ilmuwan penerus yang terinspirasi pemikiran Galileo.

Pada 1992, Vatikan mengakui kesalahannya mengecam dan menghukum Galileo. Sebab, apa yang disampaikan ilmuan tersebut saat itu ternyata benar dan menjadi acuan hingga kini. (uli)

 

Sumber: Liputan6.com

loading...