Gagal Berhaji, Pasangan India Habiskan Tabungan Haji Untuk Warga Miskin

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 31 Juli 2020
loading...

Indolinear.com, India – Kebahagiaan Arif Shah seketika sirna ketika tahu dia dan keluarganya gagal menunaikan haji tahun ini.

Sebenarnya nama Arif, istri, dan putranya telah terdaftar sebagai calon jemaah Haji 2020.

Bahkan dia telah menyisihkan uangnya senilai Rp 146,7 juta demi mengunjungi dua kota suci, Mekah dan Madinah.

Sayangnya pemerintah India memutuskan lockdown sejak 24 Maret lalu, sehingga impiannya bertemu Ka’bah gagal.

Meski sempat sedih, Arif dan keluarganya sepakat menyumbangkan seluruh tabungan hajinya untuk membantu orang lain, dikutip dari Tribunnews.com (30/07/2020).

“Kami benar-benar berharap untuk mengunjungi Mekah dan Madinah untuk menunaikan haji tetapi pandemi corona campur tangan,” kata Arif (48).

“Kami pikir Allah tidak ingin kami mengunjungi-Nya tahun ini, Allah ingin kami menggunakan uang itu untuk tujuan mulia,” tambahnya.

Keputusan besarnya ini didorong keprihatinan bahwa banyak orang yang kesusahan karena pandemi Covid-19.

Wabah corona memang menimbulkan krisis kemanusiaan di India.

Ribuan pekerja migran harus kembali ke rumahnya karena bisnis ditutup hingga gulung tikar.

Arif dan keluarganya tinggal di Kota Surat, negara bagian Gujarat.

Krisis kemiskinan dan kesehatan juga terjadi di sekitar kediamannya.

Alhasil Arif meminta putranya, Akram (25) untuk membantu warga miskin yang membutuhkan.

Keluarga Arif Shah menyumbangkan tabungan hajinya untuk membantu warga miskin. (Arab News)

“Setelah lockdown, krisis kemanusiaan baru muncul di daerah kami, dengan banyak orang menjadi pengangguran dan kehilangan tempat tinggal,” kata Akram.

“Kami memutuskan untuk menggunakan tenaga kerja dan sumber daya UCT untuk membantu orang miskin dan mulai membagikan paket makanan sehingga tidak ada yang kelaparan,” sambungnya.

Sehari-hari Akram berdagang tekstil dan menjalankan Unity Charitable Trust (UCT) sejak 2016.

Program tersebut memberikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya kepada ratusan warga.

Bantuan ini juga tersedia untuk semua orang, terlepas dari status atau agama.

“Bukan hanya Muslim yang kami bantu, tetapi orang-orang dari semua agama,” kata Akram.

Sebagai anak sulung dari enam bersaudara, Akram menyadari kerja keras dan pengorbanan orang tuanya untuk menabung demi menunaikan haji.

Dia bangga ayah dan keluarga memutuskan uang itu untuk membantu orang lain.

“Itu adalah uang yang diberikan Allah kepada kita,” kata Shah.

Haji 2020 hanya dihadiri 1.000 jemaah yang dibatasi ekspatriat, atau warga asing yang sudah tinggal di Arab Saudi.

Jemaah asal luar negeri tidak diizinkan untuk masuk ke Arab Saudi, untuk mencegah penularan Covid-19.

Worldometers pada Kamis (30/7/2020) mencatat 272.590 kasus infeksi.

Adapun jumlah korban jiwa mencapai 2.816 dan pasien yang sembuh sebanyak 228.569. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: