Fresh Factory Meraih Pendanaan USD 4,5 Juta Dari Berbagai Investor

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 17 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Fresh Factory mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan awal sebesar USD 4,5 juta atau setara Rp 66 miliar yang dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari PT. Saratoga Investama Sedaya TBK, Trihill Capital, Indogen Capital, Prasetya Dwidarma, Number Capital, Y Combinator, dan beberapa angel investor lainnya.

Fresh Factory merupakan startup fullfilment rantai dingin (cold chain) yang memungkinkan pelaku bisnis untuk menyimpan, mengambil, mengemas, dan mengirimkan produk mereka ke pelanggan. Fresh Factory memastikan solusi rantai dingin yang lebih baik, cepat, dan efisien untuk para klien dan pelanggannya.

Larry Ridwan, Founder & Chief Executive Officer Fresh Factory mengatakan, dana yang berhasil dihimpun ini akan dialokasikan untuk memperluas gudang ke semua kota sekunder di Jawa, dan kota-kota utama di Sumatera dan Sulawesi.

“Kami juga akan berinvestasi dalam tim dan teknologi, guna meningkatkan adopsi dan mencapai keunggulan secara operasional,” kata dia dalam keterangannya, dilansir dari Merdeka.com (16/07/2022).

Hingga April 2022, diakui Larry, Fresh Factory telah mencapai USD 10 juta GMV tahunan dan fulfillment tahunan untuk lebih dari 1 juta pesanan. Selain itu, mereka telah mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen MoM dalam tiga bulan terakhir.

“Dana ini akan mempercepat misi kami untuk mendukung semua pemilik usaha di Indonesia, khususnya UKM dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan skala bisnis mereka,” ungkap Larry.

Fresh Factory saat ini memiliki lebih dari 20 gudang cabang yang tersebar di berbagai kota di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Bali, di mana mereka menyediakan solusi penyimpanan barang beku hingga dingin. Mereka juga telah mengintegrasikan berbagai solusi teknologi ke dalam layanan mereka, seperti GeoTagging dan GeoLocation dalam menyimpan produk di gudang, Artificial Intelligence (AI) untuk meramalkan dan mengelola stok di gudang, serta Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu freezer dan chiller. (Uli)