Fraksi PKB Akan Terus Tingkatkan Kinerja Di Parlemen

FOYO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 12 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tren peningkatan elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam sejumlah jajak pendapat lembaga survei ternama disambut gembira jajaran Fraksi PKB DPR RI.

Sebagai kepanjangan tangan partai, Fraksi PKB akan terus meningkatkan kinerja dalam berbagai program legislasi, pengawasan, maupun budgeting.

“Tren peningkatan elektabilitas PKB dalam jajak pendapat beberapa lembaga survei dengan track record jelas tentu menjadi vitamin untuk meningkatkan kinerja kami di parlemen. Kami akan terus mengawal kepentingan dan aspirasi publik agar kepentingan mereka terakomodasi dalam berbagai kebijakan pemerintah,” kata Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, dilansir dari Tribunnews.com (11/10/2021).

Dia menjelaskan Fraksi PKB dalam beberapa waktu terakhir mengawal beberapa isu penting seperti mendorong implementasi UU Nomor 18/19 tentang Pesantren.

Dorongan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kemudian mengeluarkan Peraturan Presiden (Pepres) 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

“Selama dua tahun sejak diundangkan UU Pesantren belum bisa diimplementasikan karena menunggu aturan pelaksanaannya. Kita dorong terus. Akhirnya keluarlah Pepres 82/2021 yang salah satunya mengatur dana abadi pesantren akhir Agustus lalu,” katanya.

Cucun mengungkapkan beleid tentang Dana Abadi Pesantren layak untuk disambut gembira.

Tidak saja bagi keluarga besar PKB dan Nahdlatul Ulama tetapi juga bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

Menurutnya Pesantren merupakan pilar pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai Ketuhanan dan akhlak bagi generasi muslim di tanah air.

“Jangan maknai pesantren itu hanya untuk golongan atau kelompok tertentu, tetapi harus dimaknai sebagai pilar pendidikan Islam yang menjadi keyakinan mayoritas rakyat Indonesia. Adanya dana abadi pesantren akan membuat kesempatan anak-anak muda muslim mendapatkan pendidikan berkualitas akan kian terbuka,” ujarnya. (Uli)