FPK Tangsel Diharapkan Jadi Pemersatu Antar Suku

sopy/indolinear.com
Senin, 22 Oktober 2018

Indolinear.com, Tangsel – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menghadiri Rapat Kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tangasl tahun 2018 di Sae Pisan, Serpong, Tangsel pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Sebelumnya, dibulan September 2018 Kota Tangsel telah mengukuhkan pengurus FPK baru periode 2018-2023.

Ketua FPK Kota Tangsel Sadri mengatakan bahwa tujuan diadakannya Rapat Kerja FPK adalah untuk mempersiapkan program lima tahun kedepan yang akan dilakukan FPK.

“Secara garis besar kita ingin menciptakan suasana aman, nyaman dan tentram. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita, yaitu tentang suku dan etnis. Dimana terdapat 27 suku di Tangsel,” bebernya.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengharapkan agar pengurus baru banyak belajar dari pengalaman dan peristiwa-peristiwa tahun lalu, hal ini dimaksudkan agar kedepannya dapat menjadi forum yang memiliki komitmen untuk maju dan menjaga persatuan dan kesatuan serta pembauran antar etnik di Tangsel.

Sama-sama diketahui bahwa akhir-akhir ini kualitas persatuan dan kesatuan bangsa mulai menurun. Hal ini, bisa kita saksikan pada berita di media masa maupun media elektonik, bahwa sering terjadi keributan yang disebabkab oleh perbedaan suku, antar golongan, ras dan agama (sara).

“Mudah-mudahan hal ini jangan sampai terjadi di daerah kita. Oleh sebab itu, pemerintah Kota Tangsel sangat mendukung dan menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan ini dengan harapan dapat menciptakan ide-ide baru dalam rangka memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui peranan masyarakat dalam pembangunan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut maka dalam mendukung program kerja FPK Kota Tangsel, Walikota Airin berharap agar program kerjanya disesuaikan dengan program kerja pemerintah Kota Tangsel.

“FPK dapat  menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan dan melaksanakan kegiatan pembauran kebangsaan di kalangan masyarakat. Untuk lebih menumbuhkan dan meningkatkan rasa pembauran antar etnis di kalangan masyarakat Kota Tangsel,” jelasnya.

Diharapkan kepada pengurus FPK agar dapat menyusun dan melakukan program kerja 5 tahun kedepan, sesuai dengan visi dan misi, antara lain menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku, dan masyarakat.

“Menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan, dan merumuskan rekomendasi kepada penanggung jawab FPK di wilayahnya,” terangnya.(Sopy)

%d blogger menyukai ini: