Fokus Pengembangan Kendaraan Listrik, Hyundai Menggelontorkan Investasi Besar

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 25 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Hyundai Motor Group berencana menggelontorkan investasi sebesar 21 triliun won hingga 2030 untuk perluasan bisnis kendaraan listrik di Korea Selatan.

Grup mobil asal Negeri Ginseng yang menaungi Hyundai Motor Co dan Kia Corp berencana untuk produksi sebanyak 1,44 juta unit kendaraan listrik di Korea Selatan setiap tahun pada 2030.

Dengan jumlah tersebut, mencapai sekitar 45 persen dari total kapasitas produksi kendaraan listrik global sebesar 3,23 juta unit pada 2030.

Sementara itu, dilansir dari Liputan6.com (23/05/2022), Hyundai berencana untuk membangun pabrik kendaraan listrik baru di negara bagian Georgia, Amerika Serikat.

Atlanta Journal-Constitution melaporkan, perusahaan Korea Selatan ini akan menginvestasikan US7,5 miliar di Georgia, dan mempekerjakan sebanyak 8.500 orang sebagai bagian dari rencana untuk membangun pabrik baru.

Tahun lalu, Hyundai Motor Group juga mengatakan pihaknya berencana untuk menginvestasikan US7,4 miliar di Ngeri Paman Sam pada 2025 untuk memproduksi kendaraan listrik.

Rencana tersebut, juga meningkatkan fasilitas produksi dan melanjutkan investasinya dalam solusi mobilitas pintar, dan teknologi untuk meningkatkan berbagai moda transportasi di kota-kota besar.

Penjualan Hyundai Ioniq 5 Diluar Prediksi, Pembelian Tunai Mendominasi

Erwin Djajadiputra, Direktur Penjualan PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) mengungkapkan capaian pemesanan Ioniq 5 melebihi perkiraan. Ini akan berdampak pada waktu tunggu atau inden dari konsumen yang menantikan produk mobil listrik masa depan tersebut.

“Per kemarin, SPK (Hyundai Ioniq 5) sekitar 1.700-an unit sekian. Tiap hari tambah terus. Kira-kira per hari sekitar 50 sampai 60 pemesanan. Tergantung event, kalau ada eksebisi bisa lebih. Kalau di diler waktu indennya sekitar empat sampai lima bulan, ungkap Erwin saat ditemui Jumat (13/5/2022) lalu.

Erwin mengungkapkan pihaknya saat ini terus berupaya menambah volume produksi untuk mempecepat waktu tunggu konsumen. Permintaan ini sudah disampaikan pada pihak prinsipal dan kemungkinan akan segera disetujui.

“Dari awal memang kami cukup kaget dengan minat masyarakat yang tinggi, sedangkan produksi baru dimulai April 2022. Saat ini mungkin baru 100 unit yang sudah dikirim ke konsumen. Kami mencoba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Erwin.

Sisi menarik lainnya, sebagai produk kendaraan listrik dengan banderol harga mulai Rp 700 jutaan sampai Rp 800 jutaan, konsumen Ioniq 5 justru lebih banyak melakukan pembelian secara tunai dibandingkan dengan kredit.

Erwin mengungkapkan kurang lebih 70 persen yang melakukan pembelian secara tunai dan 30 persennya kredit. (Uli)

loading...