FJT 2017: Bagaimana Menyikapi Teknologi Informasi Komunikasi?

king hendro arifin
Jumat, 13 Oktober 2017

Hari ini Jumat (13/10/2017) saya hadir dalam diskusi jurnalistik di Kota Tangsel. Banyak tokoh penting yang hadir. Diantaranya WaIikota Tangsel Hj Airin Rachmi Diany, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Teguh Santosa, dan perwakilan dari Kemenkominfo, serta Dewan Pers dan PWI Pusat. Kebetulan juga karena saya pengurus PWI Kota Tangsel dan pada akhirnya ikut duduk mendengarkan dan menikmati diskusi bertema Menyikapi Pengaruh Teknologi Informasi Komunikasi Masyarakat.

Sembari mendengarkan materi diskusi Festival Jurnalistik Tangerang Selatan 2017 yang juga rangkaian perayaan HUT Tangsel ke 9, terbesit dikepala saya seberapa genting pengaruh teknologi informasi komunikasi di masyarakat Indonesia? Apakah kemudahan menyebarkan informasi akibat teknologi canggih saat ini menjadi pemicu? Atau narsisme individu juga ambil bagian dalam membuat sentimen negatif dalam teknologi informasi komunikasi di masyarakat?

Batin ini pun sedikit terenyuh saat teringat banyaknya korban dari teknologi informasi komunikasi yang karena ketidaktahuannya ataupun karena kesengajaannya memaksimalkan teknologi informasi, menjadi korban dari peraturan yang berkaitan dengan batasan dalam penggunaan teknologi informasi. Sebut saja UU ITE maupun aturan mengenai hate speech yang saat ini diberlakukan.

Masih ingat kasus Prita yang sempat ramai karena email keluhan rumah sakit. Atau yang teranyar saat ini mengenai Jonru Ginting yang disangkakan menyebar ujarnya kebencian? Terlepas siapa yang benar dan salah, dua kasus ini merupakan bukti nyata betapa menyeramkan pengaruh teknologi informasi komunikasi di masyarakat kalau disalahgunakan dengan dalil apapun.

Dari hasil diskusi yang saya dengarkan dari para ahlinya, ternyata kita bisa menyanggah pengaruh negatif informasi komunikasi. Pertama, jangan mudah terprovokasi dalam menyikapi informasi di dunia maya yang sifatnya portal berita ataupun sosial media. Pastikan anda membaca informasi secara analitis dan berasal dari sumber yang terverifikasi. Kedua, jadilah Smart People dalam menyebarkan konten. Untuk menjadi terkenal di dunia maya tidak perlu harus menyebar informasi kebohongan atau Hoax. Jangan juga bangga diri karena menyebar berita bohong dan meresahkan. Banggalah saat informasi yang anda sebar bermanfaat bagi semua orang secara positif. Terakhir, gunakan teknologi informasi untuk hal yang positif bagi Anda, karena takutlah pada aturan dan sanksi yang diatur dalam UU ITE dan peraturan resmi lainnya.

King Hendro Arifin, S. Sos., M.H.
Penulis merupakan Direktur Indolinear.com

%d blogger menyukai ini: