Film Epik Dan Terbaik Tentang Mafia Italia Tayang Perdana

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 15 April 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada 15 Maret 1972, The Godfather, sebuah film epik berdurasi tiga jam yang mengisahkan kehidupan keluarga Corleones, sebuah keluarga kriminal Italia-Amerika yang dipimpin oleh Vito Corleone (diperankan oleh Marlon Brando) dirilis di bioskop.

The Godfather diadaptasi dari buku terlaris dengan nama yang sama oleh Mario Puzo, seorang novelis yang dibesarkan di Hell’s Kitchen New York City dan mulai menulis cerita kriminal untuk majalah pria.

Kontroversi telah mengerubungi film itu sedari awal. Segera setelah Paramount Pictures mengumumkan produksinya, Liga Hak Sipil Italia-Amerika mengadakan rapat umum di Madison Square Garden, mengklaim film itu akan menjadi penghinaan terhadap orang Amerika Italia.

Keributan hanya meningkatkan publisitas untuk film, menjadikannya sebagai salah satu sinema terbesar yang diproduksi Paramount, demikian seperti dikutip dari Liputan6.com (13/04/2020).

Kepala produksi studio, Robert Evans, mendekati beberapa sutradara — termasuk Sergio Leone dan Costa Gavras — tentang The Godfather sebelum mempekerjakan Francis Ford Coppola, seorang sineas yang relatif tidak dikenal di kalangan Holywood. Coppola saat itu baru berusia 31 tahun.

Sebagai orang Italia-Amerika, Coppola berusaha menjadikan film ini representasi otentik dari periode waktu dan budaya, dan untuk bersikap adil terhadap hubungan kompleks dalam keluarga Corleone, alih-alih berfokus terutama pada aspek kejahatan kekerasan dalam cerita.

Coppola bekerja dengan Puzo dalam penulisan skenario dan membujuk Paramount untuk meningkatkan anggaran film, yang studio taksir mencapai sekitar US$ 2,5 juta –yang relatif sedikit.

Mungkin yang paling penting, Coppola dan Puzo berjuang untuk memerankan Marlon Brando sebagai karakter legendaris Vito Corleone.

Pada saat itu, karier Brando telah menurun selama satu dekade, dan ia menjadi terkenal karena perilakunya moody, terutama selama pembuatan film Mutiny on the Bounty pada 1962.

Ketika Paramount bersikeras agar Brando melakukan tes layar, aktor legendaris itu menurut karena dia sangat menginginkan peran itu.

Membaca dialognya dari kartu baca tersembunyi, Brando berhasil melakukan lakon yang fenomenal dan intuitif sebagai tokoh utama film, Vito the Godfather Corleone.

Menyabet Academy Awards, Status Film Terbaik

Brando memenangkan Academy Award untuk Aktor Terbaik (namua ia menolak untuk menerimanya). Dikombinasikan dengan arahan Coppola yang teliti dan penampilan yang mengesankan oleh para pemeran film lainnya, termasuk Al Pacino, James Caan, Robert Duvall dan Diane Keaton, Brando, dkk mendorong film ini untuk memecahkan rekor kesuksesan box-office, serta tiga Academy Awards, untuk Aktor Terbaik, Film Terbaik, dan Skenario Adaptasi Terbaik.

The Godfather tetap menjadi pilihan abadi di daftar kritikus film terbaik sepanjang masa dalam sejarah. Pada 2007, film ini menduduki peringkat kedua dalam daftar American Film Institute (AFI) tentang film-film terhebat sepanjang masa, di belakang Citizen Kane dari Orson Welles (1941).

Jajak pendapat yang dilakukan oleh the Hollywood Reporter –sebuah media kenamaan yang mengulas industri perfilman AS– pada 2014 menempatkan the Godfather pada peringkat ke-7 dalam daftar ‘100 Film Hollywood Terbaik Sepanjang Masa’.

Sekuelnya, The Godfather: Part II, dirilis pada tahun 1974 dan memenangkan enam Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director. Akhir dari trilogi, The Godfather: Part III (1990), menerima beberapa ulasan positif tetapi secara umum dianggap sebagai yang ‘terlemah secara kualitas’ dari total ketiga film tersebut. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: