Fenomena Rojo-ne, Tidur Di Tengah Jalanan Yang Memusingkan Polisi Okinawa

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 24 Agustus 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Okinawa – Belakangan para petugas kepolisian di Okinawa, Jepang dibuat pusing oleh para warganya yang suka tidur di jalanan. Sejumlah warga kedapatan terbaring lelap di jalanan setelah mabuk. Fenomena itu disebut rojo-ne dalam bahasa Jepang. Artinya tidur di jalan.

“Saya bahkan tidak tahu istilah rojo-ne sebelum datang ke Okinawa. Saya pikir itu fenomena unik di Okinawa,” kata Tadataka Miyazawa yang menjabat sebagai kepala polisi, dilansir dari Merdeka.com (23/08/2020).

Sebabkan Keributan dan Kecelakaan Maut

Pemerintah kota sudah menganjurkan warganya untuk berdiam diri di rumah selagi pandemi belum berakhir. Namun pihak kepolisian tetap mendapatkan 2702 kasus panggilan darurat terkait warga yang tidur di jalan dari Januari hingga Juni 2020. Akibat tindakan ceroboh itu, dua kecelakaan lalu lintas tak bisa dihindarkan dan setidaknya satu perampokan terjadi.

Pada tahun 2019, 7221 panggilan darurat terkait warga yang tidur di jalanan diterima pihak yang berwenang. Fenomena ini menyebabkan keributan di area hiburan malam, termasuk tuduhan pencurian dan cekcok di tempat umum gara-gara seorang pejalan kaki mencoba membangunkan pemabuk yang tidur di tengah jalan. Tahun itu ada belasan kecelakaan akibat tidur di tengah jalan raya. Tiga di antaranya menimbulkan korban jiwa.

Kombinasi Alkohol Berlebihan dan Cuaca Hangat

Mengapa begitu banyak orang Okinawa yang tidur di jalan? Pihak kepolisian mengungkapkan karena iklim yang hangat, dengan suhu rata-rata tahunan melebihi 20 derajat Celcius. Selain itu, banyak penduduk suka terhadap minuman beralkohol terutama awamori khas Okinawa.

Polisi mengatakan beberapa orang tidur menggunakan tepi jalan sebagai bantal, karena mereka merasa sejuk dan nyaman. Namun, ada juga kasus perempuan melepas pakaian mereka dengan menganggap bahwa mereka telah tiba di rumah. Tidak hanya berbahaya bagi mereka yang tidur, tetapi orang yang mengemudi di malam hari atau pagi hari sangat berisiko menabrak mereka.

Pihak yang berwajib telah mencoba berbagai cara untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya rojo-ne. Polisi telah membangunkan orang-orang dan meminta mereka pulang atau menahan mereka sementara jika terlalu mabuk.

Tidur di jalan melanggar Pasal 76 Undang-undang Lalu Lintas Jalan yang melarang orang berbaring di jalan dengan cara yang menghalangi lalu lintas, dan pelanggar dapat didenda hingga 50.000 yen atau sekitar 7 juta rupiah. Polisi berencana untuk menindak, termasuk melakukan penangkapan, dan sedang mendiskusikan kapan dan bagaimana tindakan tegas dengan pihak kejaksaan.

“Kami akan mengambil posisi yang tegas terhadap pelanggar aturan,” kata Tatsuo Oshiro, kepala bagian lalu lintas polisi prefektur. “Jangan salah paham. Alkohol bukannya buruk, tapi minum berlebihan itu buruk. Kami hanya ingin penduduk Okinawa minum dengan benar,” ujar Oshiro. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: