Fenomena Misterius Ribuan Ikan Mati Terdampar Di Pantai, Bikin Ilmuwan Bingung

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 2 Mei 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Wisatawan dan nelayan baru-baru ini terkejut saat mengunjungi sebuah pantai di Chili. Mereka menemukan ribuan ikan mati terdampar di Pantai Coliumo.

Fenomena yang mengerikan tersebut belum mendapat penjelasan dari pihak berwenang yang sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.

Dalam sebuah rekaman video mengerikan memperlihatkan ribuan ikan mati menutupi pasir pantai populer tersebut.

Tampak dalam video tersebut, ribuan ikan dari jenis teri dan sarden terdampar di sepanjang Pantai Coliumo yang terletak di Biobio, Concepcion, dilansir dari Dream.co.id (30/04/2022).

Pantai Coliumo merupakan tempat wisata yang terkenal dengan garis pantainya yang terjal. Sementara Semenanjung Coliumo dan perairannya sangat kaya akan ikan teri dan sardennya.

Namun pada Sabtu lalu, pasir Pantai Coliumo dipenuhi ikan keperakan yang tak terhitung jumlahnya. Ikan tersebut berserakan dan sebagian bertumpuk-tumpuk di bebatuan pantai.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab dari matinya ribuan ikan teri dan sarden di Semenanjung Coliumo tersebut.

Para nelayan dan wisatawan yang kebetulan lewat di Pantai Coliumo telah melaporkan fenomena tersebut ke pihak berwajib.

Sementara itu Dinas Perikanan dan Budidaya Nasional (Sernapesca) mengatakan pihaknya telah mengirim tim ahli untuk menyelidiki kualitas air di wilayah tersebut.

Insiden serupa pernah terjadi di sepanjang pantai wilayah Biobio tahun lalu. Setelah Sernapesca melakukan penyelidikan, ternyata penyebabnya karena jumlah oksigen yang rendah di lepas Pantai Coliumo.

Banyak penduduk setempat mengatakan bahwa hal serupa terjadi lagi karena ikan berenang di dekat pantai untuk mencari oksigen dan nutrisi.

Oksigen rendah dalam air laut sering dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari spesies ganggang tertentu yang dapat menciptakan ‘zona mati’ di laut.

Hal ini tentu sangat membahayakan kehidupan di perairan Semenanjung Coliumo. Fenomena seperti ini bisa terjadi berulang-ulang jika tidak segera dicarikan solusinya. (Uli)