Facebook Menerbitkan Kebijakan Larang Video Deepfake Di Platformnya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 17 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Raksasa jejaring sosial Facebook baru saja memperkenalkan aturan baru untuk melarang video deepfakes di platform mereka.

Melansir dari Merdeka.com (16/01/2020), kebijakan ini secara khusus menarget video yang diedit dengan menggunakan kecerdasan buatan serta pembelajaran mesin untuk membuat video tersebut nampak asli.

Jadi, kebijakan ini bukan untuk video deepfakes yang bisa dibedakan jika video tersebut palsu dan tak nyata.

Menurut laporan sebelumnya dari The Washington Post, Facebook memang diharapkan mengeluarkan aturan ini menjelang pemilihan presiden AS di 2020. Hal ini tentu harus dilakukan untuk mencegah penyebaran disinformasi di platform dengan pengguna terbanyak tersebut.

Perlu dicatat pula, aturan ini tidak meliputi video deepfakes yang ditujukan untuk parodi dan sindiran, atau “editan yang ditujukan untuk menghilangkan atau urutan kata-kata,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, Facebook tentu tidak akan benar-benar menyingkirkan semua video palsu berbasis deepfakes di platformnya. Hal ini dengan alasan beberapa video memang mudah dikenali jika palsu.

Pendekatan ini dilakukan karena justru Facebook tak ingin pemberantasan video deepfakes justru membuatnya populer di platform lain.

“Jika kami hanya menghapus semua videi yang dimanipulasi dan kami periksa sebagai video palsu, konten ini akan tetap tersedia di tempat lain di internet, atau di ekosistem media sosial lain,” tulis Facebook.

“Dengan membiarkannya dan menandainya sebagai video palsu, kami memberikan informasi dan konteks penting kepada pengguna,” tambahnya.

Mampu Kenali Deepfake

Facebook sendiri mengklaim bahwa pihaknya kini mampu mengenali video palsu.

Hal ini berdasarkan klaim para peneliti Kecerdasan buatan atau AI di Facebook yang membuat sistem pembelajaran untuk mengidentifikasi keaslian video.

Dengan begitu, sistem AI ini mampu mendeteksi apakah sebuah video merupakan deepfake atau tidak. Deepfake merupakan hoaks yang beredar dalam bentuk video.

Startup bernama D-ID dan sejumlah pihak membuat teknologi untuk mengidentifikasi gambar foto, namun ini adalah pertama kalinya identifikasi dilakukan di video. Pada tes awal, metode ini mampu menggagalkan sistem pengenalan wajah yang canggih.

Teknologi ini memetakan versi yang sedikit terdistorsi pada wajah seseorang untuk mempersulit face recognition dalam mengidentifikasi seseorang, sehingga dengan mudah dikenali oleh sistemnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: