Facebook Kembali Uji Coba Menghilangkan Jumlah Likes, Segera Bergulir Resmi?

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 8 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Facebook kini telah mulai menyembunyikan jumlah Likes. Hal ini dilakukan mulai Jumat (27/9) lalu.

Melansir dari Merdeka.com (07/10/2019), pengujian kali ini bergulir di Australia.

“Kami sedang menjalankan uji coba terbatas di mana penghitungan Likes, reaction, serta tampilan video tidak ditampilkan,” ungkap juru bicara Facebook.

Facebook pun akan melihat dan menerima masukan terkait uji coba ini.

“Kami akan mengumpulkan umpan balik untuk memahami apakah perubahan ini akan meningkatkan pengalaman orang dalam menggunakan Facebook,” tambahnya.

Berbeda Dengan Uji Coba Sebelumnya

Uji coba kali ini berbeda dengan sebelumnya yang bergulir di Kanada. Pasalnya, melansir cuitan dari periset aplikasi Jane Manchun Wong, sebelumnya, pengguna masih tetap bisa mengklik, melihat, dan menghitung siapa saja yang menyukai postingnya.

Nah, perbedaan dengan uji coba sebelumnya adalah kali ini jumlah likes benar-benar disembunyikan tanpa ada keterangan siapa saja yang menyukai konten Anda.

Jadi, ini adalah versi penyempurnaan dan kemungkinan bisa bergulir sesegera mungkin.

Sebelumnya Diuji di Instagram

Sebelumnya, pada April 2019, Instagram diketahui tengah melakukan uji coba untuk menyembunyikan jumlah likes yang didapatkan sebuah unggahan. Kini, uji coba itu diketahui mulai diterapkan di beberapa negara.

Awalnya, fitur ini pertama kali diuji coba di Kanada. Namun uji coba ini hadir ke enam negara lain, yakni Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia baru.

Instagram sendiri mengaku masih terus melakukan uji coba fitur ini. Namun, belum dapat dipastikan kapan media sosial milik Facebook itu mulai menggulirkannya ke publik.

Dari desain yang beredar, nantinya sebuah unggahan tidak akan langsung menampilkan jumlah likes. Namun, Instagram akan menampilkan kata-kata unggahan itu di-liked oleh seseorang.

Salah satu alasan uji coba ini dilakukan adalah agar followers lebih fokus pada konten, bukan Likes. (Uli)