Face Shield Made in Bekasi, Tebal dan Anti Penyok

FOTO: ayobekasi.net/indolinear.com
Kamis, 6 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Face shield atau pelindung wajah belakangan kian dicari sejak virus corona mampir ke Indonesia lima bulan lalu.

Petugas medis adalah yang pertama mempopulerkan alat ini karena memang merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) wajib saat bertugas. Sama seperti euforia masker, banyak orang mendadak terjun berbisnis face shield.

Tak terkecuali Juliana Wijaya, pemilik JW Store di kawasan Harapan Indah, Bekasi Utara. Dia bahkan memproduksi sendiri face shield-nya dengan merek dagang Predacare.

“Saya bertiga sama suami dan teman berinisiatif untuk bikin sendiri face shield ini karena kebetulan teman juga punya percetakan besar,” kata Juliana, dilansir dari Ayobekasi.net (05/08/2020).

Wanita 26 tahun itu punya alasan mengapa ia memutuskan memproduksi face shield, bukan membeli lagi pada orang lain.

Pertama, Juliana melihat ada peluang besar dari bisnis ini. Kedua, belum banyak face shield yang memiliki kualitas sesuai fungsinya.

“Fungsi face shield itu kan melindungi dari droplet, dari virus, ya sudah pasti didesain seharusnya bisa memenuhi kebutuhan itu. Tapi, di pasaran itu banyak yang jual asal-asalan asal untungnya aja,” ujar dia.

Kualitas ‘asal-asalan’ itu bisa terlihat dari pemilihan bahan baku. Misalnya saja, ketebalan mika sama dengan atau di bawah 0,3 milimeter, busa dengan kualitas rendah, hingga teknik jepit yang bahkan bisa hanya menggunakan streples. Sementara, face shield Predacare buatan Juliana memang berbeda.

Ketebalan mika bahkan mencapai 0,5 milimeter. Dia mengklaim face shield setebal ini memiliki risiko paling kecil untuk penyok atau tertekuk, juga tahan terhadap panas.

“Bisa dilihat sendiri, kami juga pakai busa dan karet yang kualitasnya bagus, tidak cepat melar dan desainnya juga kami perhatikan,” katanya.

Mencoba face shield tersebut dan memang terasa berbeda. Tampilan mika kokoh serta menutup wajah dengan sempurna. Adapun setelan busa dan karet tidak membuat sakit, dan cukup nyaman dipakai.

Kelebihan lain yang dimiliki Predacare adalah tampilannya yang bisa dibuka tutup tanpa harus melepas karet di kepala. Bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, face shield ini memudahkan beraktivitas sehari-hari.

“Untuk yang pakai kacamata juga nyaman dipakai enggak terlalu sesak atau sempit,” ujar Juliana.

Ibu satu anak itu sudah memasarkan produknya hingga ke seluruh Indonesia dengan kapasitas produksi bisa mencapai 2.000 buah sehari.

Pembelinya beraneka ragam latar belakang. Ada masyarakat biasa, pengusaha, hingga tenaga medis.

“Ada yang mereka beli mau dijual lagi, ada juga yang buat disumbangin, sama banyak juga dari rumah sakit,” katanya.

Juliana memanfaatkan strategi online dan offline dalam menjual produk tersebut. Untuk e-commerce misalnya, dia aktif menggunakan platform Shopee dan Tokopedia.

Sementara, di lain sisi ia juga gencar menawarkan Predacare ke jaringan pertemanannya. Lalu, bagaimana dengan harga?

Untuk kualitas face shield dengan ketebalan 0,5 milimeter, ia membanderol mulai dari Rp15.000 per buah. Bisa dibeli secara eceran maupun partai besar. Tentu, harga akan lebih murah jika beli lebih banyak.

“Iya kalau partai besar kami kasih harga spesial, dan ini bisa di-custom juga misal pakai logo perusahaan. Kalau custom minimal order 20 buah,” ujar dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: