Enzo Zenz Allie, Taruna Akmil Berdarah Perancis Yang Menjadi Sorotan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 30 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Nama Taruna Akademi Militer Enzo Zenz Allie menjadi sorotan usai Panglima TNI berbincang dengannya dalam bahasa Perancis pada rangkaian kegiatan penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi TNI pada Jumat 2 Agustus di Gedung Lily Rochli, Akmil, Magelang.

Dalam kesempatan tersebut Hadi menanyakan kepadanya mulai dari keluarga, pengalaman tinggal di Perancis, hingga makanan Perancis yang ia suka.

Enzo yang dinyatakan lulus menjadi Calon Taruna (Catar) Akmil itu mengatakan ingin menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus saat ditanya oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Enzo menghabiskan masa kecilnya di Paris, pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun dan tinggal bersama ibunya.

Sewaktu kecil ia ikut bersama ayahnya, Jeans Paul Francois Allie.

Namun, setelah ayahnya meninggal, Enzo dibawa pulang oleh ibunya, dan melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Serang, Banten.

Selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Ibu, Enzo yang menempuh Sekolah Dasar di Perancis serta SMP dan SMA di Indonesia juga menguasai bahasa Perancis, bahasa Inggris serta lancar mengaji Al- Quran saat seleksi Pantukhir.

Setelah berbincang dengan Hadi, Enzo pun kembali menjadi sorotan publik karena fotonya yang memegang bendera dikatikan dengan organisasi terlarang di Indonesia.

Saat itulah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan tetap mempertahankan Enzo di Taruna Akademi Militer Magelang.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta Pusat.

“Kami memutuskan, TNI Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie dan semua Taruna Akademi Militer yang kami terima beberapa waktu lalu sejumlah 364,” tegas Andika, dilansir dari Tribunnews.com (28/08/2020).

Keputusan tersebut diambil Andika karena pihaknya telah memberikan penilaian tambahan khusus untuk Enzo dan beberapa Taruna lainnya secara acak terkait ideologi.

Keputusan tersebut diambil Andika karena pihaknya telah memberikan penilaian tambahan khusus untuk Enzo dan beberapa Taruna lainnya secara acak terkait ideologi.

“Kami tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid. Maka kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang selama ini sudah dikembangkan digunakan cukup lama, akurasi, validasinya bisa dipertanggungjawabkan karena sudah digunakan selama 8 tahun,” kata Andika.

Andika menjelaskan, penilaian tersebut dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu 10 dan 11 Agustus 2019 lalu.

Setelahnya, hasilnya kemudian dianalisis.

“Kesimpulannya Enzo Zenz Allie dilihat dari indeks moderasi bernegara ternyata kalau dikonversi menjadi persentase memiliki nilai 84% atau nilainya di situ adalah 5,9 dari maksimum 7. Jadi indeks moderasi bernegaranya cukup bagus,” kata Andika.

Setelahnya Enzo pun sempat berbincang langsung dengan Andika ketika Andika mengunjungi Akademi Militer Magelang beberapa waktu lalu.

Ketika seluruh Taruna tengah berolahraga bersama Andika, kata Enzo, ia berbincang dengan Andika terkait “foto bendera” tersebut.

Ia pun mengungkapkan apa yang disampaokan Andika ketika itu.

Hal tersebut diungkapkan Enzo dalam tayangan Buletin TNI AD yang diunggah di akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat.

“Sempat ngobrol dengan Bapak KSAD saat olahraga bersama tingkat I, II, III, IV. Membahas tentang yang masalah itu, kasus yang bendera itulah. Tapi yang penting kata Pak KSAD, ‘saya yakin sama kamu’. Makanya saya masih dipertahankan di Taruna Akmil ini karena jasa Pak Andika. Saya mengucapkan terimakasih, karena beliau yakin sama saya untuk bisa di Taruna Akmil, membanggakan bangsa dan negara terutama keluarga saya,” kata Enzo.

Enzo pun sempat menyampaikan pengalamannya ketika berbincang langsung dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tengah berkunjung ke Akmil Magelang.

Ketika itu Prabowo sempat menanyai terkait keluarga Enzo.

Saat itu bahkan Prabowo bahkan sempat merapikan kerah baju Enzo.

Prabowo pun mengucapkan selamat berjuang kepada Enzo.

“Waktu itu pas hari Jumat pagi-pagi. Jam 9-an. Kita habis latihan PBB buat persiapan pelantikan pendidikan tingkat IV di hari Senin. Di situ ada Bapak KSAD dan Menhan. Jadi kebetulan kita lagi baris di depan batalyon. Pas KSAD dan Menhan lewat. Mereka berhenti langsung memanggil saya. Enzo mana Enzo?” ungkap Enzo. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: