Enam Teori Konspirasi Soal Umat Manusia Tak Berasal Dari Bumi

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 13 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sebagai teori yang berasal dari mencocokkan satu hal ke hal lainnya, teori konspirasi selalu jadi topik kontroversial. Terlebih lagi soal hal-hal sensitif seperti asal-usul manusia dan berbagai fenomena heboh seperti 9/11 atau alien.

Nah, salah satu yang paling gila adalah teori soal asal-usul manusia di mana disebut bahwa manusia bukan berasal dari Bumi.

Gagasan ini berupa umat manusia dibawa ke sini dari dunia lain, sebelum kita semua menyadarinya. Yang bersuara pun bukan seseorang antah berantah di internet, bahkan doktor dan profesor juga ikut menyuarakan kemungkinan serupa.

Nah, berikut deretan teori tersebut. Kemungkinan besar mungin sulit untuk dipercaya, namun dengan sedikit tahu setidaknya hal ini bisa menambah wawasan kita soal ragam ilmu pengetahuan. Melansir dari Merdeka.com (12/09/2019), berikut ulasannya.

Teori Planet Penjara

Teori planet penjara menyebut bahwa manusia bukan produk evolusi. Teori ini tak menganggap evolusi tak ada ataupun salah, namun pada suatu titik di masa lalu, kita mengalami manipulasi tertentu.

Hal ini dikarenakan kita adalah keturunan para tahanan alien yang dibawa ke Bumi sebagai tempat pembuangan atau tempat pengasingan. Akhirnya, si tahanan menyebar, berlipat ganda, dan maju untuk mendominasi isi planet ini.

Tentu gagasan ini banyak ditolak. Salah satu alasan utama penolakan adalah bukti di mana manusia zaman purba masih belum canggih secara perilaku. Jika mereka benar-benar alien, tentu mereka sudah punya perilaku ‘beradab’ yang dibawa dari planet mereka.

Manusia Selalu Punya Penyakit

Berkaitan dengan teori planet penjara, disebut bahwa manusia sampai saat ini masih beradaptasi dengan kondisi Bumi. Hal ini dibuktikan dengan kondisi manusia yang selalu dalam keadaan sakit.

Hal ini dibuktikan dengan keadaan manusia yang tak pernah benar-benar sehat. Tidak pusing, tidak demam, tidak sariawan, tidak sakit punggung. Setiap hari, kita selalu merasakan keluhan-keluhan kecil. Dampaknya tak signifikan namun jika kita pikirkan, hal tersebut selalu ada.

Sakit punggung sendiri disebut teori konspirator sebagai efek gravitasi Bumi yang terlalu tinggi, ketimbang planet asli dari nenek moyang kita.

Adaptasi Matahari

Argumen lain adalah soal reaksi manusia terhadap matahari. Hampir semua hewan tidak apa-apa berada dalam sorotan sinar matahari. Taruhlah anjing atau kucing, yang dengan tubuhnya yang penuh bulu justru mencari titik sinar matahari untuk sekedar rebah.

Sementara manusia, terkena sengatan matahari punya banyak dampak. Mulai dari yang kecil seperti iritasi, hingga kanker kulit. Kita bahkan tak bisa menatap matahari secara langsung sementara semua hewan bisa.

Hal tersebut adalah salah satu argumen teori penjara yang kontroversial tersebut.

24 Jam Terasa Kurang

Para ahli tidur sudah menyebut bahwa jam tubuh manusia tidak selaras dengan jumlah 24 jam tiap harinya. Akibatnya, berbagai permasalahan tidur selalu disalahkan atas kurangnya jam istirahat melebihi jam produktif.

Hal ini jadi justifikasi para teori konspirator yang menyebut bahwa di planet nenek moyang kita, dalam sehari waktu rotasi lebih dari 24 jam. Sehingga sampai saat ini kita masih berjuang untuk menyesuaikan jam tubuh dengan waktu rotasi bumi.

Kerumitan Lahirnya Manusia

Profesor Ekologi yang juga penulis buku soal manusia yang tidak berasal dari Bumi, yakni Dr. Ellis Silver, menyebut bahwa melahirkan adalah sesuatu yang traumatis bagi wanita.

Dia mengklaim bahwa kelahiran manusia adalah yang paling rumit dari semua makhluk hidup. Di dunia hewan, kelahiran cenderung jadi hal yang rutin, tidak rumit, serta seperti yang ia tulis, “mudah.”

Hal ini cukup masuk akal di mana untuk melakukan persalinan normal, manusia harus dipicu deretan obat-obatan. Butuh berbagai penanganan medis yang modern untuk membuat persalinan jadi hal yang tidak mengancam jiwa. Komplikasi pun sering timbul, di mana seringkali nyawa sang ibu terenggut ketika bersalin.

Terlebih lagi, perkembangan bayi disebut cenderung lambat dibanding hewan. Di mana dalam beberapa hari setelah lahir mamalia telah bisa berjalan, sementara bayi akan tetap lemah dan butuh pengasuhan selama bertahun-tahun.

Hal ini disebut sang profesor adalah salah satu bukti bahwa manusia bukan berasal dari Bumi.

DNA Ekstra

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature menyimpulkan bahwa manusia memiliki 223 gen tambahan yang diperoleh dari evolusi untuk adaptasi dengan bakteri yang ada di Bumi.

Gen tambahan ini adalah yang disebut teori konspirator sebagai adaptasi nenek moyang kita ketika memijak Bumi, dan jadilah umat manusia seperti sekarang. Jika dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, tambahan gen disebut tak sebanyak itu.

Hal ini tentu masih dalam ranah perdebatan dan ini merupakan konspirasi yang tak perlu dipercaya lebih jauh. (Uli)

INDOLINEAR.TV