Enam Penyebab Keluarnya Darah Dari Vagina Setelah Berhubungan Seks

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 9 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Sebagian wanita mungkin pernah mengalami keluarnya darah saat atau sesudah bercinta. Apakah ini normal? Bagaimana pula dengan tanggapan pakar?

Menurut salah seorang dokter dari Klik Dokter, dr Alvin Nursalim SpPD, mengatakan, bila keluhan darah keluar setelah berhubungan seks, kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan.

Perdarahan setelah bercinta, jelas Alvin, juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina disebabkan baru pertama kali berhubungan seks, atau belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit.

Akibatnya, penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

“Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina,” ujarnya, dilansir dari Liputan6.com (08/03/2019).

Misal, karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, dan kuku jari. Namun lebih baik sementara ini Anda dan istri tidak berhubungan seks, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Alasan Pendarahaan Saat Berhubungan Seks

  1. Selain itu, bisa juga karena peradangan pada serviks (leher rahim). “Di mana bercinta dapat menyebabkan perdarahan,” katanya.

Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil2.

  1. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak.
  2. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  3. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause.

Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan

  1. Kanker leher rahim
  2. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seks sebelum usia 18, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  3. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim. (Uli)