Enam Penelitian Ilmiah Yang Terang-Terangan Menunjukkan Kejelekan Pria

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 7 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Selama berabad-abad, pria terbentuk oleh masyarakat sebagai gender yang lebih kuat dari wanita. Namun di era modern seperti sekarang, jika Anda masih memiliki pola pikir semacam itu, Anda melakukan yang namanya seksisme dan itu harus diberantas.

Namun hal ini bukan hanya sekedar isu stereotip gender dan kesetaraan saja. Banyak sekali penelitian yang mendukung adanya fakta bahwa pria tak jauh lebih baik dari wanita. Bahkan banyak sekali kasus dan aspek di mana wanita jauh lebih baik ketimbang pria.

Melansir dari Merdeka.com (06/08/2020),Berikut beberapa penelitian ilmiah yang mendukung fakta tersebut.

Pria memiliki otak mesum

Hanya memikirkan tentang seks adalah hal yang lekat pada pria. Bahkan ada yang bilang bahwa setiap beberapa menit sekali, pria pasti memiliki fantasi seksual meskipun hanya sekelebat.

Hal ini tak berlebihan, karena dilansir dari penelitian ilmiah yang dimuat Daily Mail, pria memang demikian. Penelitian yang menggunakan cacing sebagai medianya ini menjelaskan bahwa saat ditempatkan dalam wadah dengan konsentrasi garam, para cacing berjenis kelamin pria cenderung mendekatinya. Namun saat para cacing tersebut diperkenalkan dengan hormon seks, mereka menjauhi garam tersebut dan malah memilih untuk mendekati hormon seks. Hal ini semakin menandakan dengan jelas bahwa pria cenderung memprioritaskan seks daripada makanan.

Menurut sang peneliti, Dr Richard Poole dari University College London, cacing yang ternyata secara biologis mereka memiliki kemiripan dengan manusia. Sehingga penelitian ini tingkat keakuratannya tinggi.

Menurut peneliti, perilaku ini sebenarnya muncul hanya dalam diri pria yang sudah dewasa. Memikirkan tentang seks ternyata juga bisa membantu pria dalam usaha untuk memperbaiki sel-sel otak mereka yang rusak.

Selain itu, terdapat penelitian di mana para ilmuwan dari Cardiff University menemukan bahwa pria hanya tertarik pada tubuh wanita, namun wanita akan lebih fleksibel.

Para ilmuwan menemukan bahwa para partisipan pria lebih tertarik pada gambar wanita. Sedangkan wanita secara setara tertarik ke gambar wanita maupun pria. Dalam eksperimen serupa dengan partisipan berbeda, hasil sedikit berbeda. Pada pria hasilnya serupa, namun pada wanita, kali ini wanita justru lebih tertarik ke foto wanita.

Hal ini memperlihatkan kalau pria akan cenderung berotak mesum, sementara wanita lebih menikmati ‘seni’ dari gambar tubuh wanita. Hal ini juga memperlihatkan wanita yang lebih fleksibel soal seksualitas ketimbang pria.

Pria juga lebih liar di internet

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh team dari Kaspersky Lab dan University of Wuerzburg dari Jerman mengungkapkan bahwa di internet, para pria lebih suka mencari informasi seputar hiburan, game dan konten mesum atau yang berbau seks.

Sedangkan wanita berkebalikan dengan pria soal perilaku di dunia maya. Seperti yang dikutip dari News Byte, wanita lebih cenderung untuk mencari berita informasi terkait hal-hal yang lebih spesifik, mencari teman baru dan berinteraksi secara serius dengan partner mereka atau juga pasangannya.

Dikarenakan banyaknya pria yang mencari konten berbau porno di internet, tentu saja tingkat dari serangan virus atau malware dari internet ke perangkat lebih sering dialami oleh kaum adam dibandingkan dengan para wanita. Seperti kita tahu, banyak virus dan malware yang sengaja menyebarkan ‘pancingan’ mereka di dalam website-website porno tersebut.

Pria tak lebih pintar dari wanita

Dalam beratus-ratus tahun lalu, pria selalu lebih baik dalam soal IQ. Namun kini tidak lagi. Di era IQ manusia sedang meningkat sangat pesat dalam 100 tahun terakhir, IQ rata-rata wanita meningkat dengan lebih cepat.

Helena Jamieson, “Wanita sebenarnya tahu bahwa mereka lebih pintar, namun dalam hati mereka diam dan membiarkan pria yang lebih mendominasi.”

Hal ini ada mungkin karena kultur masyarakat yang mengharuskan wanita untuk menyeimbangkan kehidupan keluarga dan juga karir, di mana hal tersebut banyak berhasil.

Pria bahkan tak lebih kuat dari wanita

Banyak yang berpikir bahwa pria lebih kuat dari wanita. Bahkan ini jadi dasaran diskriminasi yang kerap diterima wanita dari pria. Namun, wanita justru sebenarnya lebih kuat dari pria di sebuah aspek, yakni kekuatan bertahan.

Ketika kecelakaan, wanita sedikit lebih beruntung soal pria. Dari data sebanyak 48.000 pasien yang kehilangan banyak darah ketika kecelakaan, ditarik kesimpulan bahwa wanita lebih mudah pulih dari kecelakaan. Jika dilakukan kalkulasi, dalam satu kecelakaan maut, pria 77 persen lebih berpotensi meninggal ketimbang wanita.

Dikatakan, hal ini sangat berhubungan dengan kemampuan wanita dalam melahirkan. Melahirkan sebenarnya adalah kegiatan yang sangat berbahaya di mana wanita bisa kehilangan banyak darah. Jadi bisa disimpulkan bahwa hormon tertentu pada wanita bisa sangat menolong dalam hal kecelakaan apapun.

Pria berumur lebih pendek

Tak perlu penelitian ilmiah yang mendetail jika berbicara soal angka harapan hidup. Pasalnya, sudah jadi hal yang wajar jika wanita hidup jauh lebih lama ketimbang pria.

Benar, rata-rata wanita lebih tinggi dari pria. Bahkan, 85 persen dari orang yang hidup hingga umur 100 tahun adalah wanita.

Ilmuwan memprediksi bahwa ini adalah faktor biologis. Namun sebuah studi yang dihelat di University of Southern California menyebutkan bahwa hal ini diraih wanita karena rata-rata wanita punya gaya hidup yang lebih sehat ketimbang pria. Secara global, wanita hidup rata-rata 4,5 tahun lebih lama dari pria.

Pria seringkali berpikiran seksis

Poin ini tidak serta-merta merupakan justifikasi bahwa pria sering berpikiran seksis yang menyudutkan wanita, namun terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa pria yang kuat bukanlah merupakan pacar yang baik. Korelasinya adalah pria-pria tersebut memiliki pandangan yang seksis dan kuno sehingga mereka membesarkan tubuh agar terlihat lebih jantan.

Berdasar survei yang dilakukan terhadap 327 pria di Inggris, serta pengamatan terhadap partisipan, didapat kesimpulan bahwa semakin kekar seorang pria maka pandangannya terhadap wanita cenderung lebih seksis dan bermusuhan.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa hal ini sering terjadi dalam masyarakat yang memiliki struktur patriarki. Pada masyarakat tersebut, seseorang selalu dituntut untuk menjadi dan tampak jantan agar diakui oleh orang di sekitarnya sebagai pria sejati. Tetapi sayangnya membesarnya otot di tubuh ini malah membuat pemikiran mengenai kesetaraan gender menjadi mengecil. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: