Enam Hal Yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Kontraksi Pada Trimester Ketiga

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 10 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pada trimester ketiga kehamilan, hari kelahiran buah hati menjadi semakin dekat. Perut ibu hamil yang semakin membuncit menyebabkan banyaknya kekhawatiran yang muncul.

Pada trimester ketiga, berbagai kondisi bakal muncul secara khusus dan tidak terjadi pada masa-masa sebelumnya. Salah satunya adalah mulai terjadinya kontraksi yang tak melulu disebabkan ibu hendak melahirkan.

Munculnya kontraksi ini memang kerap dihubungkan dengan ibu yang hendak melahirkan. Namun pada beberapa kondisi, hal ini bisa terjadi akibat berbagai hal yang terjadi pada kandungan ibu hamil.

“Kamu mungkin kadang mengalami kondisi perut yang tak nyaman dan menjadi ketat. Hal ini terjadi akibat kondisi uterus dan bersiap untuk melahirkan,” terang Paul du Treil, M.D., dari Touro Infirmary, New Orleans, dilansir dari Merdeka.com (08/09/2020).

Walau begitu, sejumlah hal bisa jadi penyebab lain terjadinya kontraksi ini. Berikut sejumlah penyebab umum terjadinya kontraksi pada trimester ketiga kehamilan.

Kelahiran Prematur

Kelahiran dianggap prematur ketika terjadi sebelum minggu ke-36 kehamilan. Kondisi ini bisa menyebabkan kontraksi pada ibu hamil.

Kondisi ini biasa dikenali dengan pola rasa mengetat pada dinding uterus yang terus terjadi.

“Jika kamu banyak mengalami kontraksi selama beberapa jam berturut-turut, kamu perlu menemui dokter atau ke rumah sakit untuk dievaluasi,” terang Bart Putterman, M.D., dokter kandungan dari Texas Children’s Pavilion for Women, Houston.

Kelahiran prematur bisa menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan pada bayi. Hal ini bisa menyebabkan masalah pernapasan pada bayi, berat badan rendah ketika lahir, masalah pengelihatan, serta masalah lainnya.

Kelelahan

Pada saat kehamilan, kurangnya istirahat serta beraktivitas terus-menerus bisa menyebabkan tubuh jadi kelelahan. Pada saat trimester ketiga, hal ini bisa menyebabkan uterus mengalami kontraksi ‘palsu’.

“Jika kamu beraktivitas berlebiham, kamu bisa menyebabkan kontraksi Braxton Hicks,” terang dr. Putterman.

Braxton Hicks merupakan praktik kontraksi yang membantu tubuh bersiap untuk melahirkan. Hal ini biasanya terjadi secara sporadis, tidak nyaman, dan terjadi antara 30 detik hingga 2 menit. Hal ini biasanya bisa terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan.

Bercinta

Bercinta juga bisa menjadi penyebab terjadinya kontraksi palsu pada trimester ketiga kehamilan. Hal ini mungkin terjadi akibat orgasme menyebabkan kontraksi pada uterus.

Kondisi kintraksi ini tidak perlu dikhawatirkan dan biasanya akan menghilang. Walau begitu, jika hal ini terjadi dalam waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menjadi penyebab terjadinya kontraksi ‘palsu’ pada kehamilan. Hal ini merupakan alasan penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi banyak air.

“Ketika pasien bertanya mengenai kontraksi, hal pertama yang kami sarankan adalah untuk minum banyak air,” terang dr. Putterman.

“Jika kondisinya tidak membaik, sebaiknya mereka segera datang untuk diperiksa,” sambungnya,

Kandung kemih yang terlalu penuh juga bisa menjadi penyebab kontraksi ‘palsu’ ini. Oleh karena itu, selain banyak minum, pastikan kamu juga cukup buang air.

Komplikasi Kehamilan

Jika kamu mengalami kontraksi yang menyakitkan serta pendarahan di vagina, sebaiknya segera hubungi dokter.

“Jika rasa menegang ini bertahan lebih dari dua menit, sebaiknya segera hubungi dokter,” terang Siobhan Kubesh.

“Kontraksi yang tidak kunjung hilang merupakan tanda adanya masalah,” sambungnya.

Bahkan sebelum kamu melahirkan, tubuh bakal beristirahat sebentar di antara kontraksi. Jadi ketika kontraksi terjadi terus-menerus tanpa istirahat, hal ini bisa jadi tanda adanya masalah.

Hendak Melahirkan

Pada dasarnya, kontraksi terjadi ketika seseorang hendak melahirkan. Pada waktu yang tepat, kontraksi ini bisa jadi tand-tanda akan datangnya hari bahagia.

“Jika memang waktunya melahirkan, kontraksi ini bakal semakin rapat, lebih lama, dan lebih kuat,” terang dr. Putterman.

Ketika kontraksi terjadi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk persiapan melahirkan. Selain itu pastikan sebelumnya telah memesan kamar di rumah sakit untuk bersalin. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: