Enam Efek Buruk Jika Kurang Tidur Dalam Waktu Jangka Panjang

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Jumat, 12 April 2019

Indolinear.com, Jakarta – Tidur itu sama pentingnya seperti bernapas dan makan. Ketika kamu tertidur, maka secara otomatis tubuh akan memperbaiki kondisinya, baik itu dari segi fisik maupun mental. Sehingga pada saat kita terbangun nanti tubuh akan terasa lebih berenergi dan segar. Selain itu tidur juga membantu proses pertumbuhan pada anak dan remaja, sebab pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Bisa diumpamakan bahwa manusia itu seperti handphone. Dengan handphone yang habis baterai (tenaga hidup) maka perlu di-charge untuk memulihkan tenaganya atau agar bisa digunakan kembali. Begitupun manusia yang butuh tidur untuk memulihkan kondisi tuuhnya agar dapat beraktivitas kembali, dilansir dari Brilio.net (10/04/2019).

Jika waktu tidur kamu selalu kurang, maka bisa memperburuk kondisi kesehatan kamu. Lalu, apa yang terjadi jika kita kurang tidur?

Mungkin kamu yang memiliki aktivitas super padat tentunya sudah tidak aneh mendapatkan waktu tidur yang kurang. Namun jika waktu tidurmu selalu kurang dalam jangka panjang, maka bisa menimbulkan efek  buruk bagi kesehatan. Seperti apa efek kurang tidur tersebut? Simak di bawah ini.

  1. Kelelahan dan menguap.

Ini memang hal yang biasa terjadi dan pasti kamu rasakan jika kamu kurang tidur atau sudah begadang. Seharusnya manusia butuh waktu tidur dari 7-8 jam setiap harinya. Jika kurang, aktivitas tidak akan berjala optimal, fisik akan lemah, dan bisa menguap seharian. Seperti gambar di atas, waktu kerja pun akan terganggu oleh rasa kantuk yang dirasakan.

  1. Menurunkan daya ingat.

Tidur diperlukan manusia untuk menyimpan ingatan jangka pendek ke dalam memori otaknya. Dan pada saat tidur pula koneksi saraf ingatan akan mengalami penguatan. Jika waktu tidur terganggu, otomatis daya ingat pun akan menurun. Bahkan jika terlalu sering efeknya bisa membuat seseorang kesulitan untuk mengolah informasi, bahkan sulit untuk mengingat sesuatu yang kemarin terjadi (pelupa).

  1. Sistem kekebalan tubuh menurun.

Apa yang kamu tahu jika sistem kekebalantubuh menurun? Ya, tepat. Kamu bisa jatuh sakit. Sistem kekebalan tubuh yang kuat akan menghasilkan protein-protein yang baik untuk tubuh, salah satunya Sitoksin yang berguna berguna untuk melawan infeksi, peradangan, dan stres. Sitoksin dihasilkan saat tubuh kita tertidur. Jadi jika tidur kita kurang, maka produksi sitoksin pun akan berkurang.

  1. Mempercepat penuaan dini.

Jika seseorang kurang tidur maka tubuhnya akan memproduksi hormon kortisol yang lebih banyak. Tapi hormon tersebut bisa menghancurkan kolagen yang berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit seseorang. Jadi kulit kamu akan rusak, keriput, kusam, dan keelastisitas kulit pun akan berkurang, sebab kolagen yang kamu miliki telah hancur oleh hormon kortisol.

  1. Menurunkan performa seks.

Baik bagi pria maupun wanita, kurang tidur merupakan suatu hal yang perlu dihindari, apalagi bagi pasangan suami istri. Sebab kurang tidur bisa membuat performa seks seseorang mengalami penurunan.

  1. Memengaruhi kesehatan jantung.

Tidur dengan kesehatan jantung saling berhubungan satu sama lain. Tidur itu sangat berpengaruh kepada pembuluh darah dan jantung. Di mana saat kita tidur maka pembuluh darah dan jantung akan diperbaiki ulang. Maka tidak heran jika seseorang yang selalu kurang tidur bisa memiliki masalah pada jantungnya. Yang lebih parah lagi jika kurang tidur berkepanjangan bisa membuat irama detak jantung tidak beraturan, bahkan bisa memicu gagal jantung maupun serangan jantung.

Nah, itulah efek buruk jika kamu memiliki waktu tidur yang selalu kurang. Sebetulnya jika kamu sering mengantuk bisa membahayakan keselamatanmu juga, contohnya ketika sedang mengemudi di jalan atau mungkin pingsan dsb. Jadi, mulai sekarang sebaiknya kamu harus benar-benar bisa membagi waktu antara tidur dan aktivitas. (Uli)