Empat Perubahan Positif Pada Bumi Berkat Perilaku Binatang

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 15 Desember 2019
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Perubahan iklim adalah sesuatu yang bisa kita rasakan secara nyata di tiap harinya. Hal ini adalah berbagai hal yang merupakan ulah manusia.

Manusia sendiri tak berhenti membuat ulah, mulai dari deforestasi, hujan asam, hingga pemenuhan laut dengan sampah plastik, hal ini mungkin akan sulit untuk dihentikan.

Namun sebenarnya karena Bumi tak cuma ditinggali manusia, makhluk hidup lain juga memberi dampak soal bagaimana Bumi ini berubah. Namun berkebalikan dari ulah manusia, perilaku hewan lain justru memberi dampak positif, namun sangat masif.

Dilsir dari Merdeka.com (14/12/2019), berikut ulasannya, simak yuk!

Kotoran Ikan Memperindah Pantai

Anda mungkin tak menyadari, namun sebagian pasir pantai terbuat dari kotoran ikan. Hal ini terutama di pantai-pantai tropis berpasir putih. Fenomena ini dikarenakan penghasil utama pasir putih adalah ikan parrotfish yang hidup di terumbu karang tropis.

Ikan parrotfish mendapatkan makanan dari potongan karang, dan menumbuknya kecil dengan gigi yang pipih nan tajamnya.

Bagian yang diserap sebagai nutrisi tentu adalah makhluk hidup kecil yang ada dalam karang, dan ia mencerna bahan non-organik yang akhirnya dikeluarkan sebagai pasir.

Para ilmuwan menyebut bahwa kotoran satu ekor ikan parrotfish yang menjadi pasir adalah 380 kilogram per tahunnya. Dengan adanya jutaan parrotfish yang ada di laut, pantai-pantai tropis seperti di kepulauan Pasifik dan kawasan Timur Indonesia, akan tetap indah selamanya.

Bumi Hidup Berkat Bakteri

Para ilmuwan memprediksi sebelum adanya manusia, Bumi mengalami berbagai hal menakjubkan. Salah satunya adalah kepunahan masal yang terjadi karena oksigen terlalu banyak.

Mengapa punah? Karena untuk beberapa organisme, oksigen justru merupakan racun.

Hal ini dimulai di 2,5 milyar tahun lalu, di mana sebagian besar bakteri hidup tanpa molekul oksigen, hingga lahir cyanobacteria. Bakteri ini menggunakan sinar matahari untuk fotosintesis, dan proses ini hasilkan oksigen.

Lama-kelamaan, oksigen ini pergi ke udara dan lautan dan membunuh semua spesies yang tak bisa hidup dengan oksigen.

Hal ini berlanjut ke berpindahnya metana ke atmosfer, dan suhu Bumi menurun drastis dan gletser terbentuk di seluruh Bumi dan menjadikan Bumi berada di Zaman Es. Dari sinilah sejarah Bumi terus berlanjut.

Binatang Raksasa Dengan Manfaat Raksasa

Mammoth adalah binatang raksasa. Ukurannya yang besar membuat kotorannya juga besar, dan ditumbuhi jamur kotoran dalam jumlah besar juga. Hal ini merupakan sumber pangan yang baik untuk beberapa makhluk hidup lain.

Selain itu, karena tubuhnya yang berat, ketika Mammoth menginjak tanah, tanah seakan terbajak dan bisa subur. Dengan ini pohon bisa tumbuh.

Hutan yang luas di utara Asia, Eropa, dan Amerika merupakan andil ribuan Mammoth yang ‘membajaknya’ hanya dengan berkeliaran.

Namun salah satu hal yang cukup signifikan untuk hadirnya manusia adalah kepunahan Mammoth, yang dampaknya adalah hangatnya Bumi. Hal ini dikarenakan makin banyak banyak hutan yang tumbuh tanpa Mammoth, ilmuwan memperkirakan bahwa suhu Bumi naik 0,2 derajat Celcius per hutan.

Sungai Hidup Berkat Serigala

Serigala telah menjadi predator di belahan Bumi bagian utara sejak lama. Hal ini membuat manusia memburunya dengan alasan ancaman mengerikan untuk manusia dan hewan ternak. Oleh karena itu, beberapa kawanan serigala dipindah di berbagai lokasi aman seperti Taman Nasional.

Di Salah satu taman nasional terkenal di AS, Yellowstone, hidup juga kawanan serigala yang dimigrasikan ke sana, dengan mangsa ratusan ekor rusa yang melimpah jumlahnya. Hal ini membuat ekosistem taman nasional tersebut berubah ke arah lebih baik.

Rusa di Yellowstone adalah satwa yang memakan anak pohon di pinggir sungai. Karena itu, aliran sungai banyak melebar ke tepi karena sisi sungai tak punya cukup pohon dan akar untuk menahan sungai. Sungai mulai menghilang di sana. Namun ketika serigala datang, mereka memangsa rusa dan populasi rusa makin sedikit. Cukup untuk tidak memakan anak pohon di sungai.

Karena ini, pepohonan di sisi sungai makin curam dan makin kuat. Hal ini membuat sungai jadi makin deras alirannya dan makin memberi manfaat untuk makhluk hidup yang ada di sana. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: