Empat Menteri Luar Negeri Akan Melakukan Kunjungan Tiga Hari Ke China

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 1 April 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Empat Menteri Luar Negeri negara di Asia Tenggara akan melakukan kunjungan kerja ke China, dari Rabu (31/3/20221) hingga Jumat (2/4/2021).

Mereka adalah Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin.

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying yang mengumumkannya pada Selasa (30/3/2021) waktu Beijing, seperti dilansir dari Tribunnews.com (31/03/2021).

“Empat Menteri Luar Negeri itu  berkunjung atas undangan Anggota Dewan Negara Tiongkok dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi,” ujar Hua Chunying.

Masih belum diketahui agenda dan isu apa saja yang akan dibahas antara empat Menteri uar Negeri Asia Tenggara dengan pihak China, di tengah ketegangan terkait Laut China Selatan dan Timur.

Kunjungan Menlu dan Menhan ke Jepang

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang.

Sejumlah kerja sama disepakati antara Indonesia dan Jepang, diantaranya terkait kerja sama kesehatan, ekonomi dan kerja sama dalam bidang pertahanan maritim.

Pada konferernsi pers Selasa petang, Retno menyampaikan sekiranya 5 poin kesimpulan berkaitan dengan kunjunganya pada tanggal 28-30 Maret 2021 itu.

“Kunjungan ke Tokyo, Jepang membuahkan hasil yang baik,” kata Retno kepada wartawan lewat zoom, Selasa (30/3/2021).

Ia berujar bahwa kunjungannya kali ini, menindaklanjuti kunjungan kunjungan PM Jepang, Suga Yoshihide, ke Jakarta bulan Oktober 2020 lalu.

Retno berharap dengan pertemuan intensif seperti ini maka akan memudahkan kedua negara untuk mengukur implementasi dari kesepakatan-kesepakatan yang sudah ada.

Di bidang kesehatan, kedua negara menyepakati kerja sama riset dan pembuatan vaksin covid-19 antara ITB dan Universitas Osaka hingga dukungan Jepang bagi pembangunan cold chain vaksin senilai USD 41 juta untuk beberapa negara di Asia Pasifik, termasuk untuk Indonesia.

“Di bidang kerja sama kesehatan telah mulai jalan dan kita sepakat untuk terus memperkuatnya karena kita tahu bahwa isu kesehatan sangat penting di masa mendatang.

RI – Jepang juga memiliki komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi termasuk bidang investasi serta upaya untuk menyelesaikan berbagai tantangan perdagangan kedua negara.

“Kita juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama pertahanan dan maritim Indonesia dan Jepang,” ujarnya.

Jepang juga sempat membahas isu kawasan dan internasional, salah satunya terkait kudeta di Myanmar.

Retno menekankan pentingnya semua negara memajukan kerja sama agar tercipta stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan tidak hanya di kawasan tapi juga dunia.

“Kerjasama dan perdamaian sangat diperlukan bagi dunia untuk keluar bersama dari pandemi COVID-19. Kerjasama dan perdamaian diperlukan dunia untuk bersama melakukan pemulihan ekonomi,” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: